“Ya Allah, aku meminumnya agar tidak haus pada hari kiamat.”
Sehingga, peminum zamzam boleh menambahkan doa lain sesuai hajatnya, misalnya untuk:
Memohon kesehatan dan kesembuhan.
Keberkahan rezeki dan usaha.
Kesuksesan belajar atau pekerjaan.
Keselamatan keluarga.
Selain diyakini sebagai air penuh keberkahan, penelitian modern juga membuktikan:
Mengandung mineral unik seperti kalsium, magnesium, natrium, dan bikarbonat.
Aman dikonsumsi karena tidak mengandung bakteri berbahaya.
Memiliki rasa khas yang berbeda dari air biasa.
Menjadi sumber energi dan kesegaran bagi jamaah haji dan umrah.
👉 Para ilmuwan menegaskan bahwa meski diambil terus-menerus, air zamzam tidak pernah kering, menunjukkan keajaiban alami yang tak dapat dijelaskan sepenuhnya.
Sejarah zamzam terkait erat dengan kisah Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, dan Nabi Ismail AS:
Nabi Ibrahim, atas perintah Allah, meninggalkan Siti Hajar dan Ismail di lembah Mekah yang tandus.
Saat kehausan, Siti Hajar berlari tujuh kali antara bukit Shafa dan Marwah mencari air (ritual ini kini menjadi sa’i dalam haji/umrah).
Allah mengabulkan doa Siti Hajar dengan memancarkan air dari dekat kaki bayi Ismail.
Dari situlah muncul sumur zamzam yang tidak pernah kering hingga kini.
👉 Kisah ini menjadi simbol tawakal, doa, dan ikhtiar, sekaligus bukti kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.
Boleh: untuk berwudhu atau mandi sebagai bentuk tabarruk (mengambil berkah).
Makruh: digunakan untuk hal yang tidak sesuai kesuciannya, seperti mencuci najis atau membersihkan hadas besar.
Sebaiknya: difungsikan untuk diminum atau disimpan sebagai berkah, sesuai tujuan utama Rasulullah ﷺ dan para sahabat.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir