Dan itu nggak bisa dilakukan sama ilmu lain. Misal, ilmu fisika mengkaji fisika itu sendiri? Ya nggak bisa dong. Ilmu fisika ya mengkaji objek fisik yang memiliki fenomena dinamis atau bergerak. Ilmu biologi bahasnya makhluk hidup, sistem organ, dan proses kehidupan biologis, bukan membahas apa itu biologi sendiri. Ilmu psikologi ya gejala kejiwaan, proses mental, dan perilaku manusia, bukan mengkaji “apa itu psikologi” atau tentang “bagaimana cara agar psikologi itu hasil penelitianya dianggap benar dan valid”. Itu semua urusan filsafat ilmu. Yang membahas mengenai dasar-dasar ilmu pengetahuan, landasan kebenarannya, maupun batasan penggunaanya.
Bingung ? Sabar. Kita kaji pelan-pelan. Ilmu itu punya dua hal: objek materil dan objek formil. Objek materil itu apa yang dikaji, sedangkan objek formil itu bagaimana cara mengkajinya.
Misalnya, ilmu fisika tadi. Objek materilnya adalah benda-benda fisik, peristiwa alam, partikel, dan semacamnya. Patokannya satu, objek yang dikaji harus benda kongkrit maupun fenomena yang terindra (empiris), kedua, pembuktian kebenarannya harus logis dan empirik, alias bisa terindera juga. Artinya, masuk akal dan bisa ditangkap oleh indera.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir