Filsafat: Mbahnya Ilmu

Filsafat: Mbahnya Ilmu

29 Juni 2025 | 09:49

Lho, apalagi ini? Ngomongin filsafat ‘tok’ belum kelar, sekarang malah loncat ke filsafat ilmu. Jadi kita mau bahas filsafat pakai filsafat ilmu? Alias, filsafat mau difilsafati? Ya, betul. Karena objek filsafat itu luas dan cara mengkajinya juga metodenya luas, maka dia bisa mengkaji apapun termasuk dirinya sendiri.


Dan itu nggak bisa dilakukan sama ilmu lain. Misal, ilmu fisika mengkaji fisika itu sendiri? Ya nggak bisa dong. Ilmu fisika ya mengkaji objek fisik yang memiliki fenomena dinamis atau bergerak. Ilmu biologi bahasnya makhluk hidup, sistem organ, dan proses kehidupan biologis, bukan membahas apa itu biologi sendiri. Ilmu psikologi ya gejala kejiwaan, proses mental, dan perilaku manusia, bukan mengkaji “apa itu psikologi” atau tentang “bagaimana cara agar psikologi itu hasil penelitianya dianggap benar dan valid”. Itu semua urusan filsafat ilmu. Yang membahas mengenai dasar-dasar ilmu pengetahuan, landasan kebenarannya, maupun batasan penggunaanya.


Bingung ? Sabar. Kita kaji pelan-pelan. Ilmu itu punya dua hal: objek materil dan objek formil. Objek materil itu apa yang dikaji, sedangkan objek formil itu bagaimana cara mengkajinya.


Misalnya, ilmu fisika tadi. Objek materilnya adalah benda-benda fisik, peristiwa alam, partikel, dan semacamnya. Patokannya satu, objek yang dikaji harus benda kongkrit maupun fenomena yang terindra (empiris), kedua, pembuktian kebenarannya harus logis dan empirik, alias bisa terindera juga. Artinya, masuk akal dan bisa ditangkap oleh indera.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 4
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:

Komentar Pengguna