Kedua, kenapa filsafat dikatakan ibunya ilmu, karena untuk menjadi ilmu, orang harus memikirkan beberapa hal. Satu: mendefinisikannya. Dua: menetapkan dasar pembenarannya. Tiga: membangun paradigma dan metodenya. Dan bahkan, empat: memikirkan dampaknya. Meskipun nggak selalu dilakukan oleh semua ilmuwan. Itu semua ranahnya filsafat, karena si ilmu ini yang mikirin ilmu lain supaya jadi ilmu yang mandiri, maka dianggaplah si filsafat ini nih ‘ibunya’, yang melahirkannya.
Jadi, sudah paham atau belum? Kalau belum, kita nanti lanjut part berikutnya ya. Sabar… ***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir