• Perhatikan situasi yang membuat ingin ikut-ikutan
• Sadari kapan keputusan finansial dipengaruhi emosi
• Beri jeda sebelum membeli atau ikut tren
2. Latih “delay decision” sebelum pengeluaran
Tidak semua hal harus diikuti saat itu juga. Memberi waktu 24 jam sebelum memutuskan pengeluaran bisa membantu menurunkan impuls.
3. Fokus pada tujuan finansial pribadi
Memiliki tujuan yang jelas membantu mengurangi pengaruh FOMO.
• Menabung untuk dana darurat
• Menyiapkan masa depan jangka panjang
• Membatasi pengeluaran non-prioritas
4. Kurangi paparan pemicu FOMO
Mengatur konsumsi media sosial bisa sangat membantu menjaga stabilitas mental dan finansial.
• Unfollow akun yang memicu perbandingan
• Kurangi waktu scrolling tanpa tujuan
• Fokus pada konten yang lebih realistis
FOMO bukan sekadar rasa ingin ikut-ikutan, tetapi bisa menjadi faktor besar yang memengaruhi kondisi finansial seseorang. Ketika rasa takut tertinggal dibiarkan mengendalikan keputusan, pengeluaran pun menjadi tidak terkendali.
Kunci utamanya bukan menghindari kehidupan sosial, tetapi memahami batas diri dan membuat keputusan finansial berdasarkan kebutuhan, bukan tekanan lingkungan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir