Guru bukan hanya membantu siswa memahami apa yang perlu diketahui, tetapi juga mengarahkan mereka memahami mengapa pengetahuan tersebut penting dan bagaimana menggunakannya secara bertanggung jawab.
Di tengah derasnya informasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat, pendidikan membutuhkan guru yang mampu menggabungkan kecerdasan akademik dengan pembentukan karakter.
Dengan demikian, kemajuan AI bukan alasan untuk mengurangi peran guru. Justru ketika informasi semakin mudah diperoleh, kebutuhan terhadap sosok yang mampu membimbing, mengarahkan, dan menanamkan nilai menjadi semakin penting.
Perkembangan AI membawa perubahan besar bagi dunia pendidikan. Peserta didik memiliki akses terhadap informasi yang jauh lebih luas dan cepat dibandingkan sebelumnya. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan berupa derasnya informasi, fenomena post-truth, serta kebutuhan untuk memperkuat karakter dan akhlak.
Pesan Menteri Agama Nasaruddin Umar menunjukkan bahwa guru tetap memiliki posisi strategis di tengah perkembangan teknologi. Tugas guru tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi juga mencakup pembentukan karakter, penguatan pola pikir kritis, penanaman nilai keagamaan, kepedulian lingkungan, serta sikap menghargai keberagaman.
Pada akhirnya, teknologi dapat membantu manusia memperoleh pengetahuan, tetapi guru tetap memiliki peran penting dalam membantu peserta didik memahami bagaimana pengetahuan tersebut digunakan dengan bijak dan bertanggung jawab.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir