Berita
Rahman Abdullah

Guru Madrasah di Daerah 3T Diperkuat lewat Program KREASI hingga 2028

Guru Madrasah di Daerah 3T Diperkuat lewat Program KREASI hingga 2028

06 September 2026 | 23:00

Ini Fakta di Balik Dentuman yang Bikin Warga Bandung Heboh

Ia juga melihat KREASI memiliki potensi menjadi laboratorium untuk mengembangkan berbagai praktik baik, terutama bagi RA dan MI. Praktik yang terbukti efektif nantinya diharapkan dapat diadopsi dalam sistem pembinaan guru, komunitas belajar, supervisi, hingga pengembangan kurikulum madrasah.

Dengan demikian, hasil program tidak berhenti sebagai proyek sementara, tetapi dapat memberikan kontribusi jangka panjang terhadap penguatan sistem pendidikan madrasah.

Praktik Baik Mulai Terlihat di Daerah

Dampak pelaksanaan KREASI mulai terlihat di sejumlah wilayah sasaran. Alifah mencontohkan Kabupaten Nias Utara. Setelah intervensi program untuk madrasah selesai pada tahun pertama, Kantor Kemenag setempat berinisiatif mengadakan pelatihan secara mandiri bagi para kepala madrasah.

Dalam kegiatan tersebut, modul KREASI digunakan sebagai bahan pelatihan dengan menghadirkan fasilitator yang sebelumnya telah mendapatkan pembekalan melalui program pada tahun pertama.

Perubahan juga dilaporkan terjadi di Maluku Utara. Sejumlah kepala madrasah menyampaikan adanya perubahan pendekatan mengajar guru yang sebelumnya lebih konvensional.

Di beberapa daerah lainnya, guru bahkan bersedia menempuh perjalanan panjang dari sekolah menuju ibu kota kabupaten untuk mengikuti pelatihan. Hal tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan terhadap pengembangan profesional yang sebelumnya belum dapat terpenuhi secara optimal.

Baca Juga: Program KREASI Kemenag dan Save the Children Tingkatkan Kompetensi Guru Madrasah

KREASI Ditargetkan Berdampak hingga 2028

Dampak yang ingin dicapai KREASI tidak sebatas meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Program ini juga diarahkan untuk mendorong perubahan praktik pembelajaran guru, meningkatkan kapasitas kepala madrasah, memperkuat ekosistem belajar, serta membangun model pendidikan yang aman, inklusif, kontekstual, dan berpihak kepada peserta didik.

Program KREASI dijadwalkan berlangsung hingga 2028. Sementara itu, survei dampak tahun pertama masih dalam tahap pengumpulan dan analisis data.

Hasil survei tersebut nantinya akan menjadi salah satu dasar untuk melakukan penyesuaian strategi pada tahun-tahun berikutnya.

Melalui keterlibatan aktif dalam Program KREASI, Kementerian Agama berupaya memastikan penguatan mutu pendidikan juga menjangkau madrasah di wilayah yang menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan sumber daya.

Jika praktik baik yang dihasilkan dapat diintegrasikan ke dalam sistem pembinaan dan pengembangan pendidikan madrasah, program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan dampak selama masa proyek, tetapi turut memperkuat kualitas pendidikan madrasah secara berkelanjutan.***

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 2
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:
kemenag Berita Pendidikan

Komentar Pengguna