Hari Santri 2026, PBNU Instruksikan Apel Serentak, Ziarah Ulama hingga Mujahadah untuk Palestina
04 Oktober 2026
| 20:55
Konsultasi keagamaan juga dapat diselenggarakan. Tema konsultasi dapat mencakup persoalan keluarga, zakat maupun masalah lain yang banyak dihadapi masyarakat. Kegiatan lingkungan turut menjadi perhatian. Pengurus NU dan pesantren dapat mengadakan program kebersihan masjid, sanitasi pesantren dan madrasah maupun kegiatan kepedulian lingkungan lainnya. PBNU juga mendorong pelaksanaan halaqah yang melibatkan para ulama dan pondok pesantren. Tujuannya agar Hari Santri menjadi momentum untuk memperkuat kembali tradisi diskusi keilmuan dan hubungan antara pesantren dengan masyarakat. Selain menerbitkan pedoman, PBNU sebelumnya juga telah meluncurkan logo Hari Santri 2026. Logo tersebut menampilkan beberapa simbol utama berupa akar, kitab terbuka, kubah serta bintang. Akar menggambarkan kuatnya tradisi dan sanad keilmuan pesantren. Kitab menjadi simbol ilmu dan tradisi intelektual. Kubah menggambarkan kehidupan spiritual, sementara bintang melambangkan cita-cita dan arah pengabdian para santri. PBNU mengingatkan bahwa santri tetap perlu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun perkembangan zaman tidak boleh membuat generasi pesantren kehilangan akar keilmuan dan adab. Hari Santri 2026 diharapkan menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa menjaga tradisi dan mengikuti perkembangan zaman bukan dua hal yang saling bertentangan. Santri diharapkan tetap berpegang pada warisan keilmuan pesantren sekaligus hadir sebagai bagian dari solusi terhadap persoalan masyarakat, bangsa dan negara.