Orang tua tidak harus menghadapi kesulitan belajar anak sendirian. Komunikasi dengan guru dan pihak sekolah dapat membantu memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai perkembangan anak.
Guru dapat menyampaikan pengamatan selama anak mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah. Informasi tersebut kemudian dapat menjadi bahan bagi orang tua untuk menentukan strategi pendampingan di rumah.
Kerja sama yang baik antara keluarga dan sekolah juga dapat membuat dukungan terhadap anak menjadi lebih konsisten.
Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan anak merasa didukung secara emosional. Orang tua sebaiknya menghargai usaha yang sudah dilakukan anak, bukan hanya berfokus pada hasil yang diperoleh.
Pujian sederhana atas usaha dan kemajuan anak dapat meningkatkan rasa percaya dirinya. Sebaliknya, terlalu sering membandingkan anak dengan orang lain justru dapat membuat anak merasa kurang mampu.
Yakinkan anak bahwa orang tua percaya terhadap kemampuannya dan akan terus mendampinginya dalam proses belajar.
Baca Juga: Kontrak PPPK Paruh Waktu 2026 Akan Diperpanjang? Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan
Setiap anak memiliki perjalanan belajar masing-masing. Ketika seorang anak membutuhkan waktu lebih lama untuk menguasai keterampilan tertentu, orang tua tidak perlu langsung menganggapnya sebagai sebuah kegagalan.
Memahami tahap perkembangan, mengenali kebutuhan belajar, memperkuat kemampuan fondasi, menyediakan lingkungan yang mendukung, serta memberikan dukungan emosional merupakan langkah penting dalam membantu anak.
Dengan pendampingan yang tepat dan kerja sama antara orang tua dengan guru, anak dapat memperoleh kesempatan untuk berkembang sesuai potensinya tanpa merasa tertekan oleh perbandingan dengan anak lain.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir