Khinzib (membeku):
"Hah... ha... hamba... iya... maaf... saya tidak tahu... saya kira bukan Engkau..."
Rasulullah:
"Aku sedang menghadap Tuhanku, dan engkau menggangguku?"
Khinzib (gugup):
"Ampun, ya Rasulullah... saya tidak tahu kalau ini... ya Rasulullah..."
Rasulullah melangkah pelan mendekat, lalu mengangkat tangan seolah menangkap sesuatu di udara.
Rasulullah:
"Andai aku tidak ingat doa saudaraku, Nabi Sulaiman, niscaya aku ikat engkau di tiang masjid ini. Anak-anak Madinah akan bermain-main denganmu di pagi hari."
Khinzib (gemetar, suara kecil):
"Saya... saya janji tak akan mengganggu lagi... saya mau pulang... saya masih baru..."
Keesokan Hari di Markas Jin
Jin Senior:
"Bagaimana hasil tugas pertamamu, Khinzib?"
Khinzib (lemas, wajah pucat):
"Saya mencoba ganggu seseorang... ternyata beliau Nabi... saya hampir dijadikan mainan anak-anak."
Jin Senior:
"Astagh... kamu ganggu Rasulullah?!"
Khinzib (nangis sambil minum teh angin jin):
"Saya pensiun saja. Saya mau jadi jin biasa. Nggak kuat kerja kayak gini..."
Beberapa kitab lain yang juga membahas hadis jin Khinzib:
"Zadul Ma'ad: karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah.
"Alam al-Mala'ikah al-Abrar & Alam al-Jinn wa asy-Syayathin: "karya Umar Sulaiman al-Asyqar.
"A'ujaz al-Masalik .
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir