Tetapi teknologi yang sama juga mampu menghasilkan deepfake, memperbanyak disinformasi dan membuat batas antara rekaman nyata dengan hasil manipulasi semakin kabur.
Karena itu, tantangan terbesar mungkin bukan menghentikan AI masuk ke dunia politik.
Teknologi tersebut sudah hadir.
Pekerjaan yang lebih penting adalah membangun aturan, transparansi, literasi digital, pengawasan, dan kebiasaan memeriksa informasi sehingga inovasi tidak berubah menjadi alat untuk mengaburkan kenyataan.
Dalam demokrasi, teknologi boleh berubah sangat cepat.
Tetapi satu hal tetap sama: pemilih membutuhkan informasi yang dapat dipercaya sebelum menentukan pilihan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir