Apresiasi kepada anak tidak harus selalu diberikan ketika ia mendapatkan hasil terbaik. Keberanian mencoba, ketekunan, usaha, serta perkembangan yang ditunjukkan juga patut dihargai.
Ketika orang tua memberikan perhatian pada proses, anak dapat memahami bahwa keberhasilan bukan hanya tentang hasil akhir. Perjalanan untuk mencapai tujuan juga memiliki nilai penting.
Cara ini dapat membantu anak lebih menikmati proses belajar dan tidak terlalu takut ketika hasil percobaan pertamanya belum sempurna.
Baca Juga: Pendaftaran TKA dan AN 2026 Berakhir 27 September, Sekolah Segera Cek Data Dapodik
Kegagalan dapat menjadi pengalaman yang bermanfaat jika anak diajak memahami apa yang terjadi. Orang tua dapat mengajaknya mengevaluasi proses dengan pertanyaan sederhana, seperti bagian mana yang sulit dan apa yang dapat dilakukan secara berbeda.
Dengan begitu, anak secara perlahan belajar melihat kesalahan bukan sebagai akhir dari usaha, melainkan sebagai informasi untuk menentukan langkah berikutnya.
Dalam membangun kegigihan anak, orang tua dapat menjalankan dua peran sekaligus. Sebagai pelatih, orang tua memberikan arahan, masukan, dan koreksi ketika dibutuhkan.
Pada saat yang sama, orang tua juga perlu menjadi penyemangat yang memberikan dukungan ketika anak merasa lelah atau ingin menyerah. Keseimbangan antara arahan dan dukungan dapat membantu anak tumbuh lebih percaya diri dalam menghadapi berbagai tantangan.
Baca Juga: NISN Sudah Terbit di VervalPD tapi Belum Muncul di Dapodik? Ini Solusinya
Pada akhirnya, kegigihan bukanlah kemampuan yang hanya dimiliki anak tertentu. Daya juang dapat dibentuk melalui kebiasaan, pengalaman, dukungan, serta cara orang tua mendampingi anak ketika menghadapi kesulitan.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir