Antusiasme guru terhadap pengembangan kompetensi juga terlihat dari kesediaan mereka menempuh perjalanan jauh menuju ibu kota kabupaten untuk mengikuti pelatihan.
KREASI memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar peningkatan kemampuan literasi dan numerasi. Program ini juga diarahkan untuk mendorong perubahan praktik pembelajaran, memperkuat kapasitas kepala madrasah, membangun ekosistem pendidikan, serta mengembangkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, kontekstual, dan berpusat pada kebutuhan anak.
Program KREASI direncanakan berlangsung hingga 2028. Sementara itu, evaluasi dampak tahun pertama masih dalam tahap pengumpulan dan analisis data.
Hasil evaluasi nantinya akan menjadi bahan untuk menentukan strategi dan pengembangan program pada tahap berikutnya.
Baca Juga: 8 Latihan Soal CPNS 2026 TWK, TIU dan TKP Lengkap dengan Kunci Jawaban
Melalui keterlibatan dalam KREASI, Kementerian Agama berupaya memastikan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya berlangsung di wilayah yang memiliki akses dan sumber daya lebih baik. Madrasah di daerah 3T juga menjadi bagian penting dalam agenda pemerataan dan penguatan mutu pendidikan nasional.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir