Namun, reproduksi aseksual juga mempunyai keterbatasan. Karena keturunannya memiliki variasi genetik yang lebih rendah dibandingkan reproduksi seksual, perubahan kondisi lingkungan atau munculnya ancaman tertentu dapat memberikan dampak besar terhadap populasi yang memiliki karakter genetik serupa.
Fisi, pertunasan, fragmentasi, dan partenogenesis menunjukkan beragam cara hewan dapat menghasilkan keturunan tanpa perkawinan.
Planaria dapat memanfaatkan kemampuan membelah serta regenerasi, Hydra dikenal melalui pertunasan, sejumlah bintang laut dapat melakukan fragmentasi, sementara beberapa serangga hingga vertebrata tertentu mampu menghasilkan keturunan melalui partenogenesis.
Keragaman tersebut menunjukkan bahwa sistem reproduksi pada hewan tidak hanya berlangsung melalui perkawinan. Masing-masing kelompok memiliki mekanisme biologis yang memungkinkan mereka bertahan sekaligus mempertahankan keberlangsungan populasinya.
Thumbnail: Ilustrasi proses perkembangbiakan aseksual Hydra melalui pertunasan, mulai dari munculnya tunas hingga individu baru melepaskan diri dari induknya.
Caption: Hydra berkembang biak secara aseksual melalui pertunasan. Tunas tumbuh pada tubuh induk sebelum berkembang dan akhirnya melepaskan diri menjadi individu baru. Ilustrasi: Wikimedia/Wikipedia.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir