Pergerakan tersebut terjadi terus-menerus tanpa kita sadari.
Pada saat yang sama, Bumi juga berotasi, sehingga satu lokasi di permukaan planet dapat mengalami siang dan malam secara bergantian.
Dengan kata lain, dalam satu hari kita ikut berputar bersama Bumi. Dalam satu tahun, kita ikut mengelilingi Matahari.
Peristiwa Matahari terbit dan terbenam merupakan contoh sederhana bahwa apa yang terlihat oleh mata tidak selalu menggambarkan gerakan sebenarnya.
Dari permukaan Bumi, Matahari tampak bergerak melintasi langit. Namun, jika dilihat dari perspektif astronomi, pengamatan tersebut merupakan akibat dari rotasi planet kita.
Konsep ini menjadi dasar untuk memahami banyak fenomena lain, mulai dari siang dan malam, perubahan posisi benda langit, pembagian waktu, hingga pergantian musim.
Memahami perbedaan antara gerak sebenarnya dan gerak semu juga membantu kita melihat fenomena alam dengan sudut pandang yang lebih ilmiah.
Jadi, ketika Matahari terlihat terbit dari timur pagi nanti, sebenarnya bukan Matahari yang sedang berkeliling Bumi.
Kita sedang berada di atas planet yang terus berputar dari barat ke timur, sementara pada saat yang sama Bumi juga terus melaju mengelilingi Matahari.
Gerakannya begitu teratur sehingga kehidupan sehari-hari dapat berlangsung seolah-olah kita sedang berdiri di atas permukaan yang benar-benar diam.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir