Kebiasaan tersebut dapat mengganggu fokus, terutama ketika seseorang sedang mengerjakan tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
Untuk mengatasinya, matikan notifikasi yang tidak berhubungan dengan pekerjaan atau tentukan waktu tertentu untuk memeriksa media sosial. Dengan begitu, perhatian dapat tetap terarah pada pekerjaan utama.
Baca Juga: Sudah Ikut PPG Tapi Belum Selesai? Ini Tahap Penentu Guru Tertentu Menuju Sertifikat Pendidik
Bekerja di kantor membuat seseorang sering menghabiskan berjam-jam dalam posisi duduk.
Jika tidak diselingi dengan pergerakan, tubuh dapat terasa kaku dan tidak nyaman. Bagian leher, bahu, punggung, hingga kaki dapat mengalami ketegangan akibat terlalu lama berada dalam posisi yang sama.
Usahakan berdiri dan bergerak secara berkala. Peregangan sederhana selama beberapa menit dapat menjadi cara untuk memberikan kesempatan kepada tubuh untuk bergerak.
Pengaturan meja, kursi, dan posisi layar komputer juga perlu diperhatikan agar posisi tubuh tetap nyaman selama bekerja.
Kesibukan pekerjaan terkadang membuat seseorang lupa makan atau menunda waktu makan terlalu lama.
Tidak hanya itu, sebagian pekerja juga kurang memperhatikan kebutuhan cairan selama berada di kantor. Padahal, tubuh membutuhkan energi dan cairan untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
Jadwalkan waktu makan dan jangan menunggu sampai pekerjaan benar-benar selesai untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Pastikan pula tersedia air minum yang mudah dijangkau selama bekerja.
Pola makan yang seimbang juga dapat membantu menjaga energi sehingga tubuh tidak mudah merasa lemas di tengah aktivitas.
Baca Juga: Guru Wajib Tahu! Pendaftaran UKPPPG Guru Tertentu 2026 Tinggal Hitungan Hari, Jangan Sampai Terlewat
Batas antara kehidupan profesional dan kehidupan pribadi terkadang menjadi kabur, terutama ketika pekerjaan masih terus dipikirkan setelah jam kantor berakhir.
Membuka kembali email, menyelesaikan tugas kantor, atau terus memikirkan pekerjaan di rumah dapat mengurangi waktu yang seharusnya digunakan untuk beristirahat.
Jika memungkinkan, tentukan batas waktu antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Setelah menyelesaikan kewajiban kerja, gunakan waktu di rumah untuk beristirahat, berkumpul dengan keluarga, berolahraga, atau melakukan aktivitas yang disukai.
Batas yang sehat dapat membantu seseorang memulihkan energi sebelum kembali menghadapi pekerjaan pada hari berikutnya.
Berbagai kebiasaan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, ketika dilakukan setiap hari tanpa disadari, dampaknya dapat terasa terhadap kondisi tubuh, konsentrasi, produktivitas, hingga keseimbangan kehidupan pribadi.
Karena itu, perubahan tidak harus dilakukan secara drastis. Mulailah dengan langkah sederhana, seperti mengambil waktu istirahat, memperbaiki pola tidur, menyelesaikan tugas berdasarkan prioritas, membatasi media sosial, serta lebih sering bergerak.
Baca Juga: Kontrak Kerja Habis Bukan Akhir! Pemerintah Siapkan Jalan Baru untuk Peserta SMK Go Global
Kebiasaan buruk di tempat kerja sering kali muncul dari rutinitas yang dilakukan berulang kali. Mengabaikan istirahat, kurang tidur, menunda pekerjaan, terlalu sering membuka media sosial, duduk terlalu lama, mengabaikan makan dan minum, hingga membawa pekerjaan ke rumah dapat membuat aktivitas kerja terasa semakin berat.
Menjadi produktif bukan berarti harus bekerja tanpa henti. Produktivitas justru dapat dibangun melalui pola kerja yang seimbang, tubuh yang cukup beristirahat, serta kemampuan mengatur waktu dan prioritas.
Dengan memperbaiki kebiasaan sedikit demi sedikit, pekerja kantoran dapat menciptakan rutinitas kerja yang lebih sehat, nyaman, dan tetap produktif tanpa mengorbankan kesehatan fisik maupun mental.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir