Menjawab salam hukumnya wajib dalam Islam. Dalil Al-Qur’an (QS. An-Nisa: 86) dan hadis shahih menegaskan kewajiban ini sebagai bentuk akhlak mulia, doa, serta ikatan persaudaraan.
✨ Dengan menjawab salam, seorang Muslim tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga menebarkan doa keselamatan, mempererat ukhuwah, serta menghadirkan suasana damai dalam masyarakat.
Baca juga : Meninggal di Jalan Raya: Syahid atau Bukan Menurut Islam?
Ya, menjawab salam hukumnya wajib. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT:
وَإِذَا حُيِّيْتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوْا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوْهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ حَسِيْبًا
(QS. An-Nisa: 86)
Artinya: “Apabila kamu diberi salam, maka balaslah dengan yang lebih baik darinya atau balaslah dengan yang serupa.”
Dalam riwayat disebutkan, jika seorang Muslim memberi salam lalu tidak ada yang menjawab, malaikat akan menjawab salam tersebut. Namun, orang yang tidak menjawab tetap mendapatkan dosa karena meninggalkan kewajiban (HR. Bukhari dalam Al-Adab al-Mufrad).
Boleh dalam kondisi tertentu, seperti sedang tidak suci atau dalam keramaian. Namun, menurut mayoritas ulama, jawaban verbal tetap lebih utama, karena salam adalah doa. Nabi ﷺ sendiri pernah menjawab salam dengan isyarat ketika beliau sedang shalat (HR. Abu Dawud no. 925).
Tidak diperbolehkan menjawab salam secara verbal saat shalat, karena bisa membatalkan shalat. Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ فِي الصَّلَاةِ لَشُغْلًا
"Sesungguhnya dalam shalat itu ada kesibukan (yang tidak boleh diselingi dengan ucapan biasa)."
(HR. Bukhari no. 1199, Muslim no. 538).
Namun, setelah selesai shalat dianjurkan untuk mendatangi orang yang memberi salam dan menjawabnya.
Menurut hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah RA, Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا سَلَّمَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْكِتَابِ فَقُولُوا: وَعَلَيْكُمْ
"Apabila Ahli Kitab memberi salam kepada kalian, maka jawablah dengan: ‘Wa ‘alaikum’." (HR.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir