Parenting
Rahman Abdullah

Kontrol Diri Anak Belum Terbentuk? Ini Kebiasaan yang Bisa Dilatih Orang Tua

Kontrol Diri Anak Belum Terbentuk? Ini Kebiasaan yang Bisa Dilatih Orang Tua

21 September 2026 | 21:54

Beri Kesempatan Anak Memilih

Orang tua dapat melatih kemampuan berpikir anak dengan memberikan pilihan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya, anak dapat diminta memilih pakaian yang akan dipakai atau menentukan buku yang ingin dibacakan sebelum tidur. Pilihan sebaiknya tetap berada dalam batas yang dapat diterima orang tua.

Anak kemudian dapat diajak memahami konsekuensi yang masuk akal dari pilihannya. Penjelasan mengenai akibat suatu tindakan sebaiknya disampaikan dengan tenang sehingga anak dapat memahami hubungan antara keputusan dan konsekuensinya.

5. Manfaatkan Permainan untuk Melatih Kontrol Diri

Latihan mengendalikan diri tidak harus selalu diberikan dalam bentuk nasihat. Permainan dapat menjadi media yang lebih menyenangkan bagi anak untuk mengembangkan keterampilan tersebut.

Puzzle, permainan papan, aktivitas yang dilakukan secara bergiliran, maupun olahraga dapat mengajarkan anak untuk mengikuti aturan, menunggu, berkonsentrasi, dan menahan keinginan untuk bertindak secara spontan.

Orang tua tidak perlu terlalu menekankan kemenangan. Hal yang lebih penting adalah proses ketika anak belajar mengikuti aturan dan mengendalikan dirinya selama bermain.

Baca Juga: Buruan! 21 Lowongan Magang BUMN Dibuka untuk Mahasiswa dan Fresh Graduate, Cek Daftarnya

6. Apresiasi Setiap Perkembangan Positif

Ketika anak berhasil menunggu, tidak langsung mengambil sesuatu, atau mampu berpikir sebelum bertindak, orang tua dapat memberikan apresiasi.

Pujian sederhana sudah cukup untuk menunjukkan kepada anak bahwa perilaku tersebut merupakan kemajuan. Apresiasi juga sebaiknya diberikan terhadap usaha dan proses yang dilakukan anak, bukan hanya ketika ia mendapatkan hasil yang diharapkan.

Dengan mendapatkan penguatan positif, anak dapat semakin memahami perilaku yang perlu dipertahankan dan terdorong untuk terus berlatih.

Jangan Langsung Melabeli Anak sebagai Nakal

Anak yang mudah tidak sabar atau sering bertindak spontan tidak otomatis menunjukkan adanya masalah tertentu. Kemampuan mengendalikan diri berkembang dengan kecepatan yang berbeda pada setiap anak dan dapat dipengaruhi oleh usia, lingkungan, pengalaman, serta kondisi yang sedang dihadapi.

Karena itu, orang tua sebaiknya menghindari label seperti "nakal", "susah diatur", atau "tidak punya kesabaran". Sebaliknya, perilaku tersebut dapat dipandang sebagai keterampilan yang masih membutuhkan latihan.

Jika kesulitan mengendalikan impuls berlangsung sangat sering, terus-menerus menghambat kegiatan belajar dan hubungan sosial, atau bahkan menimbulkan risiko keselamatan, orang tua dapat berkonsultasi dengan tenaga profesional untuk mendapatkan penilaian yang tepat.

Baca Juga: Kabar Lega untuk Guru PPPK Paruh Waktu, Tak Perlu Ulang Tes untuk Kejar Status Penuh Waktu

Melatih Kesabaran Membutuhkan Proses

Kemampuan mengendalikan diri tidak tumbuh hanya dalam satu atau dua kali latihan. Anak mungkin mampu menunggu pada suatu kesempatan, tetapi kembali sulit mengendalikan diri pada kesempatan lain. Hal tersebut merupakan bagian dari proses perkembangan.

Orang tua dapat memberikan dukungan melalui contoh yang baik, aturan yang konsisten, kesempatan untuk mencoba, serta apresiasi terhadap perubahan kecil yang ditunjukkan anak.

Pada akhirnya, tujuan mengajarkan kontrol diri bukan membuat anak selalu diam atau sekadar menuruti perintah. Yang lebih penting adalah membantu anak belajar memberikan jeda sebelum bertindak, mengenali emosinya, mempertimbangkan pilihan, dan memahami konsekuensi dari tindakan yang dilakukan.***

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 2
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:
Pola Asuh Anak Parenting Kesabaran

Komentar Pengguna