Pengalaman pribadi dapat menjadi titik awal penelitian, tetapi mahasiswa perlu mengolahnya menjadi persoalan akademik yang lebih luas.
Dalam penelitian mengenai stigma cosplayer, misalnya, peneliti perlu menentukan bentuk stigma yang ditemukan, siapa yang mengalaminya, bagaimana masyarakat memberikan penilaian, serta dampaknya terhadap pelaku dan komunitas.
Wawancara dengan anggota komunitas dapat memberikan pengalaman individual. Data tersebut kemudian perlu dianalisis secara sistematis agar penelitian tidak berhenti sebagai kumpulan cerita pribadi.
Peristiwa yang dijalani Yogi merupakan ujian proposal tesis, bukan ujian akhir untuk menentukan kelulusan tesis.
Pada tahap proposal, mahasiswa mempresentasikan rancangan penelitian yang akan dilakukan. Dosen penguji dapat memberikan pertanyaan, kritik, serta rekomendasi perbaikan sebelum mahasiswa melanjutkan pengumpulan dan analisis data.
Mahasiswa biasanya perlu menjelaskan latar belakang masalah, rumusan pertanyaan, tujuan, teori, metode, serta sumber data yang akan digunakan.
Setelah proposal disetujui dan penelitian selesai, mahasiswa masih harus menyusun naskah tesis serta mengikuti tahapan akademik berikutnya sesuai ketentuan program studi.
Aksi Yogi berhasil diterima karena kostum yang dikenakan mempunyai hubungan langsung dengan penelitian dan telah memperoleh respons positif dari dosen pembimbing.
Hal tersebut tidak berarti semua mahasiswa dapat menggunakan kostum apa pun ketika mengikuti ujian tanpa melakukan koordinasi.
Setiap kampus dan program studi memiliki tata tertib akademik berbeda. Mahasiswa tetap perlu memperhatikan kesopanan, keamanan, kenyamanan penguji, serta relevansi penampilannya dengan topik.
Dalam kasus Yogi, kostum berfungsi sebagai bagian dari konteks presentasi. Apabila tidak mempunyai hubungan dengan penelitian, kostum justru dapat mengalihkan perhatian dari pembahasan akademik.
Penelitian Yogi turut membawa pertanyaan mengenai cara masyarakat memandang hobi ketika dilakukan oleh orang dewasa.
Aktivitas yang berhubungan dengan karakter fiksi sering dianggap hanya sesuai untuk anak-anak. Padahal, orang dewasa dapat menikmati budaya populer sambil tetap menjalankan pekerjaan, pendidikan, dan tanggung jawab sosialnya.
Masalah muncul ketika suatu hobi langsung digunakan untuk menilai tingkat kedewasaan seseorang.
Kedewasaan tidak hanya ditentukan oleh jenis hiburan yang disukai, tetapi juga oleh cara seseorang bertanggung jawab terhadap keputusan, pekerjaan, hubungan sosial, dan kewajibannya.
Cosplay dapat menjadi hobi, bentuk seni, kegiatan komunitas, maupun bidang ekonomi kreatif. Maknanya dapat berbeda bagi setiap pelaku.
Penampilan Yogi menjadi viral karena berbeda dari gambaran umum sebuah ujian proposal tesis.
Namun, cerita di baliknya lebih luas daripada mahasiswa yang datang ke kampus menggunakan kostum tokoh pahlawan.
Ia menggunakan pengalaman sebagai cosplayer untuk mengangkat persoalan mengenai stigma, kesalahpahaman, dan ekspresi diri. Kostum Kamen Rider Black kemudian menjadi simbol yang menghubungkan pengalaman tersebut dengan penelitian akademik.
Respons positif dari dosen juga memperlihatkan bahwa pembahasan akademik dapat berangkat dari fenomena yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Selama diteliti secara serius, budaya populer dapat membuka pembicaraan mengenai identitas, komunitas, penerimaan sosial, kreativitas, dan perubahan budaya.
Melalui tesisnya, Yogi berharap masyarakat tidak langsung memberikan penilaian negatif kepada orang yang melakukan cosplay.
Kostum yang terlihat tidak biasa di ruang publik dapat mempunyai konteks tertentu. Cosplayer mungkin sedang mengikuti acara, membuat konten, menjalankan pertunjukan, atau memerankan karakter sesuai kebutuhan komunitas.
Masyarakat tetap dapat memberikan kritik ketika sebuah kegiatan mengganggu atau melanggar aturan. Namun, penilaian idealnya diberikan setelah memahami situasi, bukan hanya berdasarkan penampilan.
Peristiwa di Universitas Sanata Dharma tersebut akhirnya memperlihatkan bahwa hobi dan pengalaman pribadi dapat dikembangkan menjadi penelitian yang serius.
Yogi tidak hanya mengenakan kostum Kamen Rider Black di ruang ujian. Ia juga membawa persoalan yang dialami komunitasnya ke dalam ruang akademik agar dapat dipahami dan dibicarakan secara lebih luas.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir