Nama terakhir adalah JobStreet.
Platform ini memang terkenal untuk mencari pekerjaan penuh waktu, tetapi kesempatan internship juga cukup banyak. Pada Agustus 2026, hasil pencarian JobStreet Indonesia menampilkan lebih dari seribu posisi yang berkaitan dengan internship program, mencakup teknologi, engineering, creative, media, legal, HR dan bidang lainnya. Jumlah lowongan tentu dapat berubah dari hari ke hari.
JobStreet cocok digunakan ketika mahasiswa ingin mulai membandingkan persyaratan perusahaan.
Misalnya, buka 10 lowongan UI/UX intern lalu catat skill yang paling sering diminta.
Jika delapan perusahaan meminta Figma, kemampuan membuat wireframe dan prototype, itu menjadi petunjuk jelas tentang apa yang perlu dipelajari berikutnya.
Dengan begitu, platform lowongan tidak hanya digunakan ketika siap melamar, tetapi juga untuk membaca kebutuhan pasar kerja.
Cocok untuk: internship, fresh graduate, entry-level sampai pekerjaan profesional.
Keduanya memiliki tujuan berbeda.
Freelance cocok jika ingin mulai mendapatkan penghasilan berdasarkan keterampilan dan membangun portofolio dari proyek nyata. Waktu kerjanya juga dapat lebih fleksibel, tergantung kesepakatan dengan klien.
Internship lebih cocok jika ingin mengetahui bagaimana sebuah perusahaan bekerja, mendapatkan pengalaman kolaborasi dengan tim dan belajar dari orang yang lebih berpengalaman.
Mahasiswa juga tidak harus memilih salah satu selamanya.
Seseorang bisa magang pada hari kerja, lalu mengambil satu proyek kecil freelance ketika memiliki waktu luang. Yang penting beban pekerjaan tidak sampai mengganggu kuliah.
Ada satu masalah yang sering dihadapi pemula: tidak mempunyai proyek untuk ditunjukkan.
Solusinya bukan menunggu klien pertama.
Buat proyek simulasi.
Web developer bisa membuat website sekolah atau aplikasi kasir sederhana.
UI/UX designer dapat membuat ulang tampilan aplikasi.
Content writer bisa menulis tiga sampai lima artikel contoh.
Video editor dapat membuat beberapa video pendek dari footage bebas lisensi.
Ketika ada calon klien atau perusahaan bertanya, Anda sudah memiliki sesuatu yang bisa diperlihatkan.
Bagi orang yang belum mempunyai pengalaman formal, hasil kerja dapat menjadi bukti kemampuan yang jauh lebih kuat dibandingkan sekadar menuliskan daftar skill.
Pencarian kerja juga mempunyai risiko penipuan.
LinkedIn memperingatkan adanya modus pihak yang berpura-pura menjadi recruiter atau perusahaan dengan menawarkan penghasilan tinggi untuk pekerjaan yang sangat ringan. Permintaan uang di muka, informasi kartu atau rekening, serta tawaran yang tidak realistis termasuk tanda yang perlu diwaspadai.
Karena itu, jangan langsung percaya hanya karena seseorang menggunakan logo perusahaan terkenal.
Periksa halaman resmi perusahaan, domain email recruiter, profil pemberi kerja, deskripsi pekerjaan dan proses rekrutmennya.
Jangan mengirim OTP, password atau data finansial sensitif.
Dan yang tidak kalah penting, hati-hati jika sejak awal Anda justru diminta mentransfer sejumlah uang untuk “mengamankan posisi”.
Kesalahan lain adalah membuat akun di tujuh platform sekaligus lalu tidak mengurus satu pun dengan serius.
Lebih baik tentukan tujuan.
Kalau ingin freelance lokal, mulai dari Projects.co.id.
Kalau ingin klien internasional, coba Upwork, Fiverr atau Freelancer.com.
Kalau mencari internship di Indonesia, fokuskan pencarian di LinkedIn, Glints dan JobStreet.
Kemudian isi profil dengan rapi, siapkan CV dan portofolio, lalu lakukan pencarian secara konsisten.
Kesempatan pertama memang biasanya yang paling sulit.
Namun satu proyek freelance, satu internship atau satu pengalaman kerja kecil dapat menjadi pintu untuk kesempatan berikutnya.
Yang penting bukan hanya berapa banyak platform yang Anda miliki, tetapi seberapa jelas keterampilan yang bisa Anda tawarkan ketika kesempatan itu muncul.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir