Lifestyle
Rahman Abdullah

Media Sosial Bisa Berdampak pada Mental Remaja, Kenali 5 Risikonya

Media Sosial Bisa Berdampak pada Mental Remaja, Kenali 5 Risikonya

01 Oktober 2026 | 21:39

Akibatnya, jam tidur bisa semakin mundur.

Kurangnya waktu istirahat dapat membuat tubuh lebih mudah lelah. Konsentrasi untuk belajar dan menjalankan aktivitas sehari-hari juga dapat terganggu. Perubahan suasana hati dapat ikut dirasakan ketika pola tidur tidak terjaga dengan baik.

Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah memberikan jeda dari perangkat digital sebelum tidur. Penggunaan media sosial pada malam hari juga dapat dikurangi secara bertahap.

Batasi Durasi agar Penggunaan Media Sosial Tetap Sehat

Mengurangi dampak buruk media sosial tidak berarti remaja harus meninggalkan seluruh platform digital. Yang lebih penting adalah memastikan penggunaannya tidak mengambil alih waktu untuk kebutuhan lain.

Belajar, tidur, berolahraga, berkumpul bersama keluarga, menjalankan hobi, serta berinteraksi secara langsung tetap perlu mendapat ruang dalam keseharian.

Fitur pembatasan waktu pada aplikasi dapat digunakan untuk membantu mengendalikan kebiasaan scrolling. Waktu yang sebelumnya banyak dihabiskan untuk melihat konten tanpa tujuan dapat dialihkan ke kegiatan yang lebih beragam.

Membaca, berolahraga, mengembangkan hobi, berbicara dengan keluarga, atau bertemu teman secara langsung dapat membantu menciptakan keseimbangan antara kehidupan digital dan kehidupan sehari-hari.

Jangan Gunakan Media Sosial sebagai Ukuran Diri

Remaja juga perlu memahami bahwa media sosial bukan gambaran lengkap mengenai kehidupan seseorang.

Pengguna biasanya hanya memilih momen tertentu untuk ditampilkan kepada publik. Karena itu, kehidupan yang terlihat bahagia, sukses, atau sempurna di layar belum tentu menggambarkan seluruh keadaan sebenarnya.

Membandingkan diri dengan unggahan orang lain dapat membuat remaja lupa bahwa setiap orang memiliki kondisi dan perjalanan hidup yang berbeda.

Latar belakang keluarga, kesempatan, kemampuan, pengalaman, serta berbagai keadaan lainnya membuat kehidupan seseorang tidak dapat diukur hanya melalui foto, video, atau pencapaian yang ditampilkan di media sosial.

Gunakan Media Sosial dengan Bijak dan Seimbang

Media sosial pada dasarnya tidak selalu membawa dampak buruk. Jika digunakan secara tepat, platform digital dapat menjadi tempat untuk belajar, mencari informasi, mengembangkan kreativitas, menemukan komunitas yang positif, dan menjaga hubungan dengan orang lain.

Yang perlu diperhatikan adalah keseimbangan. Media sosial sebaiknya menjadi salah satu bagian dari kehidupan remaja, bukan aktivitas yang mendominasi hampir seluruh waktunya.

Orang tua juga dapat membantu dengan membangun komunikasi terbuka mengenai kebiasaan bermedia sosial. Remaja perlu merasa aman untuk bercerita ketika menemukan pengalaman yang tidak menyenangkan di internet.

Jika penggunaan media sosial mulai membuat remaja terus-menerus merasa cemas, minder, mengalami gangguan tidur, atau kehilangan minat terhadap kegiatan yang sebelumnya disukai, kondisi tersebut layak mendapat perhatian lebih lanjut.

Pada akhirnya, penggunaan media sosial secara berlebihan dapat menghadirkan sejumlah risiko bagi remaja, mulai dari meningkatnya kecemasan dan tekanan untuk tampil sempurna hingga cyberbullying, ancaman keamanan digital, serta berkurangnya waktu tidur. Karena itu, penggunaan yang sadar, aman, dan seimbang menjadi hal penting agar manfaat media sosial tetap dapat diperoleh tanpa mengorbankan kehidupan sehari-hari.***

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 2
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:
Media Sosial Bullying Anak Remaja

Komentar Pengguna