Khazanah
M. Fadhli Dzil Ikram

Menggali Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW untuk Meneladani Akhlak Rasulullah

Menggali Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW untuk Meneladani Akhlak Rasulullah

06 September 2025 | 06:45

Malik).

Peringatan Maulid menjadi sarana untuk terus menjaga misi dakwah Rasulullah SAW agar tidak terputus dari generasi ke generasi.


Dalil Penguat Kecintaan kepada Rasulullah

Allah SWT berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 31:

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.”

Ayat ini menunjukkan bahwa bentuk cinta sejati kepada Allah adalah dengan mengikuti Rasulullah SAW.


Pendapat Ulama tentang Maulid Nabi

Banyak ulama yang mendukung peringatan Maulid Nabi:

  • Imam Jalaluddin Al-Suyuti: Maulid termasuk bid’ah hasanah bahkan bisa bernilai sunnah karena diisi dengan dzikir, kisah Nabi, dan sedekah.

  • Imam Al-Sakhawi: Jika kaum Nasrani memuliakan kelahiran nabinya, umat Islam lebih layak memuliakan kelahiran Rasulullah.

  • Fathullah Al-Bannani: Maulid adalah bid’ah terbaik karena di dalamnya ada amal-amal kebajikan.

  • Al-Qastalani: Sejak abad ke-3 H, umat Islam telah merayakan Maulid dengan sedekah dan kisah Nabi.

  • Ibnu Taimiyah: Walau tergolong bid’ah, Maulid bisa mendatangkan pahala besar karena niat untuk mengagungkan Nabi.


Kesimpulan

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar tradisi, melainkan momentum untuk memperbanyak shalawat, meneguhkan cinta, meneladani akhlak, serta melestarikan dakwah Rasulullah. Dengan hikmah Maulid, umat Islam diingatkan kembali pada misi utama Nabi sebagai rahmat bagi seluruh alam.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 2
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:
Sejarah

Komentar Pengguna