Sambil menunggu waktu berbuka, mengapa tidak kita isi dengan hal yang lebih bermakna? Membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, atau sekadar membagikan tulisan yang mengingatkan pada kebaikan. Siapa tahu, dari satu pesan yang tersebar, ada hati yang tergerak untuk memperbaiki diri. Dan dari situlah pahala terus mengalir tanpa kita sadari.
Pada akhirnya, menunggu memang tidak selalu mudah. Tetapi Ramadan mengajarkan bahwa ada penantian yang jauh lebih indah daripada sekadar bunyi notifikasi. Penantian itu adalah harapan akan rahmat, ampunan, dan keberkahan dari Allah.
Semoga setiap detik yang kita lewati di bulan suci ini tidak sia-sia. Semoga kesabaran kita dalam menunggu berbuka menjadi saksi ketaatan. Dan semoga setiap kebaikan yang kita sebarkan menjadi pahala jariyah yang berlipat ganda.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir