Begitulah. Dunia modern memang sulit dipahami dengan logika sederhana. Setia dianggap kolot. Jujur dianggap bodoh. Lalu berselingkuh dianggap ekspresi hati yang tak bisa dicegah. Cinta itu takdir, katanya. Padahal kalau ditanya, semua itu dimulai dari satu obrolan basa-basi yang tidak perlu. “Lagi sibuk, ya?”—dan dari situ, neraka bisa dimulai.
Tapi ya sudahlah. Kita tidak bisa melarang orang untuk jatuh cinta. Kita hanya bisa berharap mereka tidak jatuh terlalu dalam, hingga tak bisa naik lagi sebagai manusia. Yang normal. Yang waras. Yang tahu malu.
Kalau pun sulit menahan diri demi istri, ya tahanlah demi anak. Kalau demi anak pun masih belum cukup kuat, mungkin ada yang salah dengan kata “ayah” itu sendiri.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir