Pacaran Setelah Menikah: Akhlak vs. Realita Modern

Pacaran Setelah Menikah:  Akhlak vs. Realita Modern

03 Juli 2025 | 16:07

Lagi pula, siapa juga yang bisa menjamin kalau setia itu akan membawa rezeki? Bukankah yang sering selingkuh justru hidupnya lebih makmur? Mobil baru. Rumah makin mewah. Istri tetap di rumah, dan perempuan lain tetap menyapa dengan “Pagi, Mas.”

 

Begitulah. Dunia modern memang sulit dipahami dengan logika sederhana. Setia dianggap kolot. Jujur dianggap bodoh. Lalu berselingkuh dianggap ekspresi hati yang tak bisa dicegah. Cinta itu takdir, katanya. Padahal kalau ditanya, semua itu dimulai dari satu obrolan basa-basi yang tidak perlu. “Lagi sibuk, ya?”—dan dari situ, neraka bisa dimulai.

 

Tapi ya sudahlah. Kita tidak bisa melarang orang untuk jatuh cinta. Kita hanya bisa berharap mereka tidak jatuh terlalu dalam, hingga tak bisa naik lagi sebagai manusia. Yang normal. Yang waras. Yang tahu malu.

 

Kalau pun sulit menahan diri demi istri, ya tahanlah demi anak. Kalau demi anak pun masih belum cukup kuat, mungkin ada yang salah dengan kata “ayah” itu sendiri.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 2
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:

Komentar Pengguna