Aturan harus diterapkan secara konsisten oleh seluruh anggota keluarga. Orang dewasa juga perlu memberikan contoh dengan tidak terus-menerus menggunakan telepon ketika sedang makan, berbicara, atau menemani anak belajar.
Perlindungan digital tidak hanya bergantung pada aplikasi penyaring atau fitur keamanan.
Hubungan yang terbuka antara anak dan orang dewasa menjadi fondasi utama. Anak harus merasa bahwa mereka tidak akan langsung dimarahi ketika tidak sengaja membuka konten yang buruk atau menerima pesan mencurigakan.
Ketika anak merasa takut dihukum, mereka mungkin memilih menyembunyikan pengalaman tersebut. Kondisi ini dapat membuat orang tua terlambat mengetahui risiko yang sedang dihadapi.
Orang dewasa perlu mendengarkan cerita anak dengan tenang, memeriksa situasinya, kemudian mengambil tindakan yang diperlukan. Apabila terdapat ancaman, perundungan, penipuan, atau konten berbahaya, bukti dapat disimpan dan dilaporkan melalui saluran yang sesuai.
Menciptakan ruang digital yang aman tidak dapat dilakukan oleh sekolah atau keluarga secara terpisah.
Sekolah perlu menjelaskan platform yang digunakan, jenis data yang dikumpulkan, aturan membawa perangkat, dan cara melaporkan masalah. Orang tua juga perlu mengetahui akun serta aplikasi yang dipakai anak selama belajar.
Sementara itu, penyedia teknologi pendidikan bertanggung jawab memastikan produknya mudah digunakan, tidak mengeksploitasi data anak, dan menyediakan konten sesuai usia.
Pemerintah perlu memperkuat infrastruktur, pelatihan guru, standar keamanan, serta pemerataan akses teknologi. Digitalisasi tidak boleh hanya berfokus pada jumlah perangkat yang dibagikan, tetapi juga pada kualitas pemanfaatannya.
Teknologi dapat membantu memperluas akses pendidikan dan membuat pembelajaran lebih menarik. Namun, manfaat tersebut hanya dapat diperoleh apabila anak tetap merasa aman, didampingi, dan memperoleh materi yang sesuai dengan kebutuhannya.
Pendidikan digital yang baik bukan sekadar menghadirkan layar di ruang kelas. Pendidikan digital harus membantu anak belajar dengan gembira tanpa kehilangan hak atas keamanan, privasi, kesehatan, dan tumbuh kembang yang seimbang.
Sumber informasi: Pendidikan.id dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir