Biaya dan waktu sertifikasi: Proses sertifikasi memerlukan biaya dan waktu yang tidak sedikit, terutama bagi usaha mikro kecil. Solusinya: melihatnya sebagai investasi jangka panjang—dengan produk bersertifikat halal, akses ke pasar lebih luas dan potensi keuntungan meningkat.
Industri olahan ikan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar—baik karena kekayaan sumber daya laut maupun permintaan domestik dan global terhadap produk pangan yang sehat, bergizi, dan halal. Dengan adanya regulasi seperti UU JPH dan PP 42/2024, semua produsen wajib memperhatikan aspek kehalalan secara menyeluruh—tidak hanya bahan utamanya tetapi seluruh rantai produksi hingga distribusi.
Sertifikasi halal bukan sekadar “stempel” formalitas, melainkan sebuah komitmen nyata terhadap kualitas, keamanan, kejujuran, dan keberlanjutan. Dengan memenuhi syarat kehalalan—melalui kontrol bahan, fasilitas, logistik, dan manajemen produksi—produsen olahan ikan dapat meningkatkan daya saing, memperluas pasar hingga ke luar negeri, dan memberikan rasa aman bagi konsumen.
Jika Anda produsen atau berminat untuk menekuni bisnis olahan ikan, memasuki jalur sertifikasi halal sejak awal adalah langkah strategis yang sangat disarankan. Produk Anda tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga menjadi pilihan utama bagi konsumen yang semakin sadar akan pentingnya jaminan halal dalam kehidupan sehari-hari.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir