Pola tersebut memungkinkan peningkatan kapasitas dilakukan secara berantai, sehingga pelatihan tidak berhenti pada peserta yang mengikuti kegiatan di tingkat pusat.
Pada tahun pertama pelaksanaan, yakni Maret hingga Desember 2025, KREASI telah menyelesaikan modul literasi untuk jenjang PAUD/RA dan SD/MI. Memasuki tahun kedua, perhatian program kemudian diarahkan lebih kuat pada jenjang SD dan MI.
Baca Juga: Kemenag Kawal Program KREASI, Perkuat Pendidikan Madrasah di Daerah 3T
Pendekatan KREASI dinilai memiliki keterkaitan dengan arah pengembangan pembelajaran di madrasah. Abdul Basit menyebut adanya kesesuaian antara prinsip KREASI dengan KMA Nomor 1503 Tahun 2025 yang mengatur Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
Kedua pendekatan tersebut sama-sama mendorong pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, relevan dengan konteks, memiliki makna, serta memperkuat karakter.
Materi yang dikembangkan dalam KREASI juga telah memasukkan prinsip Kurikulum Berbasis Cinta. Hal ini diharapkan dapat membuat pelaksanaan program berjalan selaras dengan sistem pembelajaran madrasah yang telah diterapkan.
Pendekatan tersebut sekaligus mendukung agenda Teacher Professional Development (TPD) yang menjadi salah satu perhatian dalam peningkatan kualitas guru.
Meski demikian, penyelarasan secara formal antara modul KREASI dengan kebijakan dan dokumen kurikulum Kementerian Agama masih perlu dilakukan bersama unit teknis terkait.
KREASI juga dinilai memiliki peluang menjadi semacam laboratorium untuk mengembangkan praktik baik pendidikan di RA dan MI. Berbagai pendekatan yang terbukti efektif dapat dikembangkan lebih lanjut dan dimasukkan ke dalam pembinaan guru, komunitas belajar, supervisi, maupun pengembangan kurikulum.
Dengan cara tersebut, pengalaman dan hasil program diharapkan tidak berhenti ketika proyek berakhir, tetapi dapat menjadi bagian dari penguatan sistem pendidikan madrasah secara berkelanjutan.
Sejumlah perkembangan positif mulai terlihat di beberapa wilayah sasaran. Salah satunya terjadi di Kabupaten Nias Utara.
Setelah intervensi KREASI pada tahun pertama selesai, Kantor Kemenag setempat mengambil inisiatif untuk melaksanakan pelatihan secara mandiri bagi kepala madrasah. Materi yang digunakan berasal dari modul KREASI, sementara fasilitatornya merupakan mereka yang sebelumnya telah mendapatkan pembekalan melalui program tersebut.
Perubahan juga terlihat di wilayah Maluku Utara. Sejumlah kepala madrasah melaporkan adanya perubahan dalam cara guru melaksanakan pembelajaran yang sebelumnya cenderung menggunakan pendekatan konvensional.
Antusiasme terhadap pengembangan kompetensi juga terlihat dari kesediaan sejumlah guru menempuh perjalanan jauh menuju ibu kota kabupaten untuk mengikuti pelatihan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap pengembangan profesional guru di daerah masih cukup besar.
Baca Juga: Anak Tetap Sekolah Saat Gunung Anak Krakatau Erupsi? Ini Aturan Baru yang Wajib Diketahui Orang Tua
KREASI memiliki sasaran yang lebih luas daripada sekadar meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik. Program ini juga diarahkan untuk mendorong perubahan praktik mengajar, meningkatkan kapasitas kepala madrasah, memperkuat ekosistem pembelajaran, serta mengembangkan model pendidikan yang aman, inklusif, kontekstual, dan berpihak pada kebutuhan anak.
Program KREASI direncanakan berlangsung hingga 2028. Adapun evaluasi dampak tahun pertama masih berada dalam proses pengumpulan serta analisis data.
Hasil evaluasi tersebut nantinya akan digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menyusun dan menyesuaikan strategi pelaksanaan program pada periode berikutnya.
Melalui keterlibatan aktif dalam KREASI, Kementerian Agama berupaya memastikan bahwa agenda peningkatan mutu pendidikan tidak hanya terpusat di wilayah yang memiliki akses dan sumber daya memadai. Madrasah di daerah 3T juga menjadi bagian penting dari upaya pemerataan kualitas pendidikan.
Jika berbagai praktik baik yang lahir dari program ini dapat diterapkan secara lebih luas dalam sistem pembinaan guru dan pengembangan madrasah, KREASI berpotensi memberikan manfaat jangka panjang. Dengan demikian, dampaknya diharapkan tetap terasa meskipun masa pelaksanaan program telah berakhir.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir