Jadi, jika kita berbicara tentang jiwa, penting untuk memahami pendekatan apa yang sedang kita gunakan. Psikologi hanya bisa membahas gejala kejiwaan yang tampak. Filsafat mencoba memahami hakikat jiwa lewat akal. Sedangkan tasawuf mengajak kita menyentuh jiwa lewat pengalaman batin. Masing-masing punya wilayahnya sendiri, dan semua itu bisa saling melengkapi.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir