Prinsip ini berlaku bagi keduanya. Menjaga akhlak, kesetiaan, dan kehormatan menjadi kunci agar kepercayaan tetap utuh.
Rasa sepi bisa membuat seseorang rentan mencari hiburan yang salah. Karena itu, Islam menekankan pentingnya menjaga pandangan dan kehormatan.
Allah SWT berfirman:
قُلْ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوْا مِنْ اَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْۗ ...
Artinya: “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya...” (QS. An-Nur: 30).
Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa menjaga pandangan adalah awal dari menjaga kehormatan. Dengan mengendalikan diri dalam pergaulan, suami-istri dapat memelihara kepercayaan meski berjauhan.
Pertemuan fisik adalah momen berharga dalam LDR. Karena itu, pasangan dianjurkan untuk merencanakan waktu khusus agar kebersamaan bisa dimaksimalkan.
Rasulullah SAW bersabda:
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى
Artinya: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.” (HR. Tirmidzi).
Hadis ini menunjukkan pentingnya meluangkan waktu untuk keluarga, sebagai bentuk tanggung jawab dan kasih sayang.
LDR memang penuh ujian, tetapi jika dijalani dengan niat ikhlas, komunikasi yang hangat, doa, saling memahami, menjaga diri, pergaulan, dan meluangkan waktu bertemu, maka rumah tangga tetap bisa harmonis.
Para ulama menegaskan bahwa sabar dan saling percaya adalah pondasi yang akan membuat jarak menjadi sekadar ujian fisik, bukan penghalang cinta. Hati yang terikat karena iman dan kasih sayang akan tetap bersama, meski raga terpisah.
Wallahu a’lam.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir