Berita
Hilmi An Naufal

Saturnus Oposisi Hari Ini, Oktober 2026 Juga Dihiasi Hujan Meteor Draconids dan Orionids

Saturnus Oposisi Hari Ini, Oktober 2026 Juga Dihiasi Hujan Meteor Draconids dan Orionids

04 Oktober 2026 | 20:52

Kondisi tersebut menjadi salah satu waktu yang relatif baik untuk mencoba mengamati Merkurius setelah Matahari terbenam. Fenomena besar berikutnya adalah hujan meteor Orionids. Puncak Orionids diperkirakan berlangsung pada malam 21 Oktober hingga pagi 22 Oktober. Hujan meteor ini dapat menghasilkan sekitar 20 meteor per jam dalam kondisi ideal. Orionids berasal dari partikel debu yang ditinggalkan Komet Halley. Meskipun komet tersebut sendiri tidak sedang berada dekat Bumi, sisa material yang ditinggalkan sepanjang orbitnya tetap dapat menghasilkan hujan meteor setiap tahun. Pada puncak Orionids tahun ini, cahaya Bulan diperkirakan dapat mengganggu sebagian pengamatan. Namun setelah Bulan terbenam, kondisi langit menjadi lebih gelap sehingga peluang mengamati meteor meningkat. Fenomena bulan Oktober kemudian ditutup dengan Bulan purnama pada 26 Oktober. Purnama Oktober juga dikenal sebagai Hunter's Moon atau Bulan Pemburu dalam sejumlah tradisi. Nama tersebut berasal dari penamaan tradisional yang digunakan di Amerika Utara pada masa lalu. Masyarakat Indonesia tetap dapat menikmati pemandangan Bulan purnama seperti biasa apabila kondisi cuaca memungkinkan. Dalam mengamati fenomena astronomi, cuaca menjadi faktor yang sangat menentukan. Langit berawan atau hujan dapat membuat objek tidak terlihat meskipun fenomena sedang berlangsung. Polusi cahaya juga menjadi tantangan besar terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan. Karena itu, pengamatan akan lebih optimal apabila dilakukan dari tempat yang minim lampu, memiliki pandangan luas ke langit dan jauh dari gedung tinggi. Sejumlah fenomena seperti Bulan purnama atau meteor dapat diamati tanpa teleskop. Namun untuk melihat detail Saturnus dan cincinnya, masyarakat membutuhkan perangkat optik seperti teleskop dengan kemampuan yang memadai. Dengan berbagai fenomena tersebut, Oktober 2026 menjadi bulan menarik bagi masyarakat yang ingin mulai mengenal astronomi. Cukup melihat ke langit pada waktu yang tepat, sejumlah peristiwa alam dapat disaksikan tanpa harus pergi ke observatorium.
LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 2
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna