Di sinilah salat lima waktu menemukan maknanya sebagai pengingat rutin agar hubungan antara hamba dan Tuhan tetap hidup, jujur, dan manusiawi.
Pada akhirnya, Salat tak lagi dipandang seberapa lama seseorang berdiri, rukuk, atau sujud. tetapi pandanglah tentang seberapa merasa dekat seseorang hamba dengan Allah yang menjadikan Salat sebagai hadiah paling berharga dari peristiwa Isra Mikraj.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir