Menentukan usia Bulan bukan hanya tentang mengetahui seberapa tua satelit alami Bumi. Informasi tersebut juga membantu ilmuwan memahami kondisi tata surya pada masa awal pembentukannya.
Bulan memiliki hubungan erat dengan dinamika sistem Bumi. Gaya gravitasinya berpengaruh terhadap pasang surut laut dan turut berperan dalam menjaga kestabilan kemiringan sumbu rotasi Bumi.
Keberadaan Bulan juga berkaitan dengan perubahan jangka panjang pada sistem Bumi, termasuk interaksi gravitasi yang memengaruhi rotasi planet kita.
Karena itu, semakin tepat usia Bulan dapat ditentukan, semakin lengkap pula gambaran ilmuwan mengenai peristiwa yang terjadi pada masa awal Bumi dan tata surya.
Temuan dari kristal zirkon berusia sekitar 4,46 miliar tahun ini menjadi bagian penting dalam upaya menyusun kembali kronologi terbentuknya Bulan. Sampel yang dibawa pulang dari misi Apollo puluhan tahun lalu ternyata masih menyimpan informasi berharga untuk menjawab pertanyaan tentang sejarah tata surya.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir