Sering kali rasa bersalah muncul bukan karena aturan agama, tetapi karena tekanan sosial atau kurangnya pemahaman. Padahal, jika ditelusuri dengan jernih, Islam tidak pernah membebani di luar kemampuan. Justru memberikan keringanan sebagai bentuk kasih sayang.
Namun tetaplah menjaga adab dan kondisi tubuh dengan bijak.
Pada akhirnya, Ramadan bukan hanya soal siapa yang paling kuat menahan lapar, tetapi siapa yang paling memahami makna ketaatan dalam setiap keadaan. Dan bagi perempuan yang sedang berhalangan, ketaatan itu justru terletak pada menerima ketentuan dengan lapang dan penuh kesadaran.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir