Jika biasanya setiap merasa bosan langsung membuka TikTok, menghapus TikTok saja meninggalkan satu masalah: rasa bosan itu masih ada.
Karena itu, siapkan pengganti.
Saat ingin scrolling, berjalanlah lima menit. Baca beberapa halaman buku. Putar musik. Buat kopi. Mengobrol dengan orang di rumah. Kerjakan hobi yang selama ini sering tertunda.
Penelitian mengenai intervensi penggunaan media sosial problematik menunjukkan pendekatan yang diteliti cukup beragam, mulai pembatasan penggunaan, literasi media, mindfulness, hingga intervensi berbasis psikologis. Hasilnya menjanjikan pada beberapa kelompok tetapi belum menunjukkan satu metode yang selalu efektif untuk semua orang.
Itulah mengapa strategi yang bertahan biasanya bukan sekadar “jangan buka media sosial”, melainkan mengganti waktu tersebut dengan kegiatan yang juga terasa bermakna.
Menghilang dari media sosial selama tujuh hari terdengar menarik.
Sejumlah penelitian memang menemukan bahwa jeda atau pengurangan penggunaan media sosial dapat memberi manfaat pada sebagian indikator kesejahteraan. Namun penelitian lain menemukan efek yang lebih kecil atau tidak konsisten.
Jadi digital detox boleh digunakan sebagai eksperimen pribadi.
Coba berhenti selama akhir pekan, tiga hari, atau satu minggu. Perhatikan apakah tidur berubah, pekerjaan lebih cepat selesai, suasana hati berbeda, atau Anda justru merasa kehilangan hubungan penting dengan orang lain.
Setelah itu, putuskan aturan penggunaan yang bisa bertahan dalam kehidupan normal.
Tujuan akhirnya bukan mencetak rekor berapa lama bisa menghilang dari internet.
Tujuannya adalah menggunakan media sosial tanpa terus merasa dikendalikan olehnya.
Waktu penggunaan yang tinggi tidak otomatis berarti seseorang mengalami masalah.
Yang lebih penting adalah dampaknya.
Mulai perhatikan apabila berkali-kali gagal mengurangi penggunaan meski sudah mencoba, terus menggunakan media sosial hingga mengorbankan tidur, meninggalkan pekerjaan atau sekolah, menarik diri dari aktivitas lain, atau merasa kehidupan sehari-hari semakin terganggu karenanya.
WHO memasukkan hilangnya kendali, mengabaikan aktivitas lain, dan munculnya konsekuensi negatif sebagai karakteristik penggunaan media sosial problematik.
Jika penggunaan media sosial sudah sangat mengganggu kehidupan atau kondisi emosional, mencari bantuan dari orang yang dipercaya atau tenaga profesional juga merupakan pilihan yang masuk akal. U.S. Surgeon General menganjurkan pengguna muda mencari bantuan ketika media sosial mulai berdampak negatif serta membangun batas yang menyeimbangkan aktivitas online dan offline.
Media sosial memungkinkan seseorang menemukan komunitas, menjaga hubungan, membangun bisnis, belajar keterampilan, dan menemukan orang dengan pengalaman yang sama.
Karena itu, keseimbangan tidak selalu berarti menghapus Instagram, TikTok, X, Facebook, atau platform lainnya.
Keseimbangan berarti Anda masih bisa memutuskan kapan ingin masuk dan kapan harus keluar.
Coba mulai malam ini.
Matikan beberapa notifikasi. Letakkan ponsel agak jauh sebelum tidur. Besok pagi jangan langsung membuka timeline.
Perubahan kecil mungkin terlihat tidak berarti.
Namun jika biasanya media sosial mengambil puluhan menit setiap kali dibuka tanpa sadar, satu kebiasaan sederhana bisa menjadi awal untuk mengambil kembali sesuatu yang jauh lebih berharga: waktu dan perhatian Anda sendiri.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir