Yang justru perlu dihindari adalah sikap saling menyalahkan. Perbedaan ini sudah ada sejak masa awal Islam dan diterima sebagai bagian dari khazanah fikih. Selama dilandasi dalil dan niat ibadah, keduanya berada dalam koridor yang dibenarkan.
Ramadan bukan hanya tentang jumlah rakaat, tetapi tentang bagaimana hati terlibat di dalamnya. Apakah 11 atau 21 rakaat, keduanya sama-sama bertujuan mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak ibadah, dan menghidupkan malam-malam Ramadan.
Jadi, jika kamu salat tarawih 11 rakaat, itu punya dasar yang kuat. Jika kamu terbiasa dengan 21 rakaat, itu pun memiliki landasan sejarah dan fikih yang jelas. Perbedaannya bukan soal benar atau salah, melainkan tentang ragam praktik dalam bingkai yang sama: menghidupkan Ramadan dengan ibadah terbaik yang kita mampu.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir