Khazanah
M. Fadhli Dzil Ikram

Tata Cara dan Doa Niat Puasa Tasua dan Asyura Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

Tata Cara dan Doa Niat Puasa Tasua dan Asyura Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

01 Oktober 2025 | 08:58

Rasulullah SAW bersabda:
"رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ"
Artinya: “Banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan haus.” (HR Ahmad).

5. Segera Berbuka Puasa

Ketika Maghrib tiba, umat Muslim dianjurkan untuk segera berbuka. Hal ini merupakan sunah Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Dawud:
"لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ"
Artinya: “Umat Islam akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”

Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura

Puasa Tasua (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharram) memiliki keutamaan yang sangat besar sebagaimana disebutkan dalam banyak hadits shahih. Rasulullah SAW sangat menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan puasa ini.

  1. Menghapus Dosa Setahun
    Rasulullah SAW bersabda:
    "وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ"
    Artinya: “Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim).

  2. Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW
    Rasulullah SAW senantiasa berpuasa Asyura dan sangat menganjurkan umatnya untuk melaksanakannya.

  3. Berbeda dengan Ahli Kitab
    Nabi Muhammad SAW bersabda:
    "لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ"
    Artinya: “Jika aku masih hidup sampai tahun depan, aku akan berpuasa juga pada hari kesembilan (Tasua).” (HR Muslim).
    Hal ini dilakukan agar umat Islam berbeda dengan Ahli Kitab yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

  4. Pahala Berlipat Ganda
    Karena bulan Muharram termasuk bulan haram (al-asyhurul hurum), setiap amal ibadah, termasuk puasa, mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

  5. Melatih Ketakwaan
    Puasa Tasua dan Asyura melatih pengendalian diri, meningkatkan kesabaran, dan memperkuat ketakwaan seorang muslim.

Keistimewaan Bulan Muharram

Bulan Muharram memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
"أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمِ"
Artinya: “Puasa paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram.” (HR Muslim).

Dalam Bulugh al-Maram karya Ibnu Hajar al-Asqalani juga disebutkan hadits:
"صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ"
Artinya: “Puasa pada hari Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu.”

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa keutamaan puasa Asyura adalah bentuk rahmat Allah yang sangat besar, karena satu hari puasa mampu menghapus dosa selama setahun.

Kesimpulan

Doa niat puasa Tasua dan Asyura penting untuk dilafalkan sebagai syarat sah ibadah puasa. Kedua puasa ini memiliki kedudukan istimewa dalam Islam, dengan keutamaan menghapus dosa setahun yang lalu. Ulama menegaskan bahwa amalan ini adalah wujud syukur, penghidupan sunnah Rasulullah SAW, serta cara mendekatkan diri kepada Allah SWT di bulan yang mulia.

FAQ Seputar Puasa Tasua dan Asyura

1. Apa itu puasa Tasua dan Asyura?
Puasa Tasua adalah puasa sunah pada tanggal 9 Muharram, sedangkan puasa Asyura adalah puasa sunah pada tanggal 10 Muharram. Keduanya sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW karena memiliki keutamaan besar.

2. Apakah boleh hanya berpuasa Asyura saja tanpa Tasua?
Boleh, namun lebih utama bila digabung dengan puasa Tasua (9–10 Muharram) untuk membedakan dengan ibadah puasa ahli kitab yang hanya pada 10 Muharram.

3. Apa keutamaan puasa Asyura?
Keutamaan puasa Asyura adalah dihapuskannya dosa setahun yang lalu, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Muslim.

4. Apakah puasa Tasua dan Asyura wajib dilaksanakan?
Tidak wajib, melainkan sunah muakkadah (sangat dianjurkan) karena keutamaannya besar dan termasuk amalan yang ditekankan Rasulullah SAW.

5. Mengapa Rasulullah SAW menganjurkan puasa Tasua (9 Muharram)?
Rasulullah SAW menganjurkan puasa Tasua agar umat Islam berbeda dengan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada 10 Muharram. Dengan berpuasa tanggal 9 dan 10, umat Islam menunjukkan identitas ibadah yang khas.

6. Bagaimana hukum niat puasa Tasua dan Asyura di siang hari?
Menurut Imam Nawawi, niat puasa sunah boleh dilakukan di siang hari selama sejak terbit fajar belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

7. Bagaimana jika lupa melafalkan niat puasa Tasua dan Asyura?
Masih bisa berniat di siang hari sebelum Dzuhur, selama belum melakukan pembatal puasa.

8. Apakah puasa Tasua dan Asyura bisa dilakukan sekaligus dua hari berturut-turut?
Ya, dianjurkan melaksanakan keduanya sekaligus, yaitu tanggal 9 dan 10 Muharram. Sebagian ulama bahkan menganjurkan ditambah tanggal 11 Muharram, sehingga puasa dilakukan tiga hari berturut-turut.

Sumber Rujukan 

  • Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 36 (tentang bulan-bulan mulia).

  • Shahih Muslim, Kitab al-Siyam (keutamaan puasa Muharram & Asyura).

  • Imam An-Nawawi, Riyâdh al-Shâlihîn.

  • Ibnu Hajar al-Asqalani, Bulugh al-Maram.

  • Kalam (situs kajian keislaman, penjelasan niat puasa Tasua & Asyura).

  • Kementerian Agama RI, Kalender Hijriyah & panduan ibadah Muharram.

  • Imam Ibnu Katsir, Al-Bidayah wa an-Nihayah (riwayat puasa di kalangan Bani Israil dan perbedaan dengan umat Islam).

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 2
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:
Dalil Agama Puasa Tasua Puasa Asyura

Komentar Pengguna