Simulasi memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenali tampilan sistem ujian, mencoba mekanisme pengerjaan, serta membiasakan diri berpindah dari satu soal ke soal lainnya. Kegiatan tersebut juga dapat digunakan untuk melatih kemampuan mengatur waktu.
Simulasi TKA dan AN 2026 dijadwalkan pada 21–27 September 2026. Setelah tahap tersebut, satuan pendidikan mengikuti gladi bersih yang berlangsung pada 5–18 Oktober 2026.
Bagi siswa, simulasi dan gladi bersih dapat menjadi sarana untuk mengetahui kendala yang mungkin muncul ketika menggunakan sistem. Dari kegiatan tersebut, peserta juga dapat mengevaluasi kecepatan mengerjakan soal sebelum menghadapi ujian sebenarnya.
Jadwal utama TKA dan AN 2026 untuk jenjang SMA/MA/sederajat serta SMK/MAK berlangsung secara bertahap mulai 26 Oktober sampai 8 November 2026. Pelaksanaannya dibagi dalam beberapa gelombang sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Bagi peserta yang mengikuti pelaksanaan susulan, jadwalnya berada pada 16–29 November 2026. Dengan adanya pembagian tahapan tersebut, siswa perlu memastikan jadwal yang berlaku bagi satuan pendidikannya.
Tanggal ujian utama bukan satu-satunya jadwal yang perlu dicatat. Tahapan sebelumnya, seperti simulasi dan gladi bersih, juga penting karena menjadi bagian dari proses persiapan peserta menghadapi sistem asesmen.
Sekolah dan siswa sebaiknya mencermati informasi resmi agar tidak keliru mengenai waktu maupun sesi pelaksanaan. Persiapan sejak jauh hari juga dapat mengurangi risiko peserta mengalami kebingungan saat memasuki tahapan ujian.
Baca Juga: TKA 2026 SMA: Simulasi dan Gladi Bersih Wajib Diikuti Sebelum Ujian Utama
Waktu pengerjaan setiap sesi TKA relatif terbatas. Kondisi tersebut membuat siswa perlu memiliki strategi dalam membaca, memahami, dan menyelesaikan soal.
Latihan menggunakan batas waktu dapat membantu peserta mengetahui kemampuan pengerjaan masing-masing. Siswa dapat memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membaca stimulus, memahami pertanyaan, melakukan perhitungan, hingga meninjau kembali jawaban.
Cara belajar juga sebaiknya tidak disamaratakan untuk semua mata pelajaran. Peserta perlu memahami karakteristik materi dan bentuk kompetensi yang diukur pada mata pelajaran yang dipilih.
Informasi mengenai muatan dan kompetensi TKA dari Pusat Asesmen Pendidikan dapat dijadikan salah satu acuan dalam menyusun pola belajar. Dengan mengetahui cakupan materi, siswa dapat menentukan bagian yang perlu dipelajari lebih mendalam.
Pada akhirnya, kesiapan menghadapi TKA 2026 tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik. Pemahaman terhadap jadwal, pembagian sesi, durasi pengerjaan, simulasi, dan gladi bersih juga menjadi bagian penting agar peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian tes dengan lebih tenang dan teratur.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir