Peserta yang datanya masih berstatus residu atau sedang dalam proses perbaikan tetap dapat mengikuti tahapan TKA.
Namun, sekolah harus terus melakukan pemutakhiran, verifikasi, dan validasi data. Perbaikan tetap diperlukan agar identitas yang tercantum pada hasil tes dan Sertifikat Hasil TKA dapat diterbitkan dengan benar.
Sekolah memiliki peran penting dalam memeriksa nama, Nomor Induk Siswa Nasional, tempat dan tanggal lahir, program keahlian, serta mata pelajaran pilihan peserta sebelum data ditetapkan menjadi Daftar Nominasi Tetap.
Setelah pendaftaran ditutup, siswa akan mengikuti simulasi pada 21–27 September 2026. Gladi bersih dilaksanakan pada 5–18 Oktober 2026.
Pelaksanaan utama dijadwalkan berlangsung secara bertahap pada 26 Oktober hingga 8 November 2026. Peserta yang berhalangan pada jadwal utama dapat mengikuti pelaksanaan susulan pada 16–29 November 2026.
Hasil TKA jenjang SMA dan sederajat direncanakan diumumkan pada 23 Desember 2026.
TKA bersifat tidak wajib dan hasilnya tidak menentukan kelulusan siswa dari sekolah. Kelulusan tetap menjadi kewenangan masing-masing satuan pendidikan.
Meskipun demikian, hasil TKA dapat digunakan sebagai validator nilai rapor dalam SNBP. Nilainya juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam seleksi mandiri perguruan tinggi negeri, penerimaan perguruan tinggi swasta, beasiswa, dan kebutuhan seleksi lainnya sesuai kebijakan setiap lembaga.
Dengan sejumlah penyesuaian tersebut, siswa diharapkan memiliki waktu persiapan yang lebih baik. Selain mempelajari materi, peserta perlu mengikuti simulasi, memeriksa data pribadi, dan memilih mata pelajaran yang sesuai dengan rencana pendidikan setelah lulus.
Sumber informasi: Kompas.com, Kemendikdasmen, Pusat Asesmen Pendidikan, dan Rumah Pendidikan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir