Tren Lari hingga MotoGP Makin Diminati, Menpar Sebut Sport Tourism Bisa Jadi Motor Baru Pariwisata Indonesia
04 Oktober 2026
| 20:56
Data yang dikutip Kementerian Pariwisata dari UN Tourism menunjukkan wisata olahraga berkontribusi sekitar 10 persen terhadap total belanja wisatawan global. Sektor tersebut juga diperkirakan terus tumbuh hingga 2030. Survei lain yang dikutip pemerintah menunjukkan sebagian wisatawan rela melakukan perjalanan ke luar negeri khusus untuk menikmati hiburan olahraga. Rata-rata pengeluaran wisatawan jenis ini juga dinilai cukup tinggi. Indonesia memiliki beberapa modal untuk masuk lebih jauh ke pasar tersebut. Negara ini mempunyai destinasi alam yang beragam, stadion dan sirkuit internasional serta kalender kegiatan olahraga yang semakin padat. Selain MotoGP Mandalika, Indonesia memiliki Jakarta International Marathon dan berbagai rangkaian Geopark Run. Event olahraga dapat dikembangkan dengan karakter berbeda sesuai daerah. Wilayah pegunungan dapat mengembangkan trail run. Daerah pesisir dapat mengembangkan olahraga air. Sementara kota besar dapat memanfaatkan marathon, cycling maupun kompetisi kebugaran. Meski mempunyai potensi besar, pemerintah mengakui masih ada tantangan. Salah satunya adalah pemerataan penyelenggaraan. Event besar tidak diharapkan hanya terkonsentrasi di Jakarta, Bali atau destinasi wisata populer. Daerah lain juga perlu mendapatkan kesempatan mengembangkan kegiatan olahraga yang sesuai dengan potensi masing-masing. Kualitas penyelenggaraan juga menjadi hal penting. Peserta biasanya mempertimbangkan akses transportasi, keamanan, fasilitas kesehatan, kualitas rute hingga kenyamanan lokasi. Apabila pengalaman peserta baik, mereka berpotensi kembali pada tahun berikutnya sekaligus merekomendasikan destinasi tersebut kepada orang lain. Fenomena olahraga sebagai bagian dari gaya hidup membuat peluang sport tourism semakin menarik. Masyarakat tidak lagi selalu memisahkan olahraga dengan liburan.