Pendidikan
Hilmi An Naufal

UNP Latih Guru SD Mengembangkan Pembelajaran Matematika Ceria Berbasis Teknologi

UNP Latih Guru SD Mengembangkan Pembelajaran Matematika Ceria Berbasis Teknologi

31 Agustus 2026 | 09:46

KEBONCINTA.COM — Universitas Negeri Padang menyelenggarakan pelatihan pembelajaran matematika berbasis teknologi bagi guru sekolah dasar. Program tersebut dirancang untuk membantu guru menciptakan kegiatan belajar yang menyenangkan tanpa mengabaikan pemahaman konsep dan pencapaian akademik siswa.

Kegiatan bertajuk “Pelatihan Matematika Ceria Berbasis Teknologi untuk Guru SD Pembangunan Laboratorium UNP” dimulai pada 29 Agustus dan dilaksanakan secara bertahap hingga November 2026.

Program diketuai Prof. Syafri Ahmad bersama tim yang memiliki latar belakang pendidikan dasar, matematika, teknologi pembelajaran, ilmu sosial, dan sains. Sejumlah mahasiswa turut dilibatkan untuk membantu pendampingan peserta, dokumentasi, dan pengumpulan data.

Pemanfaatan teknologi dalam pelatihan diarahkan untuk memvisualisasikan konsep matematika, menyediakan latihan yang lebih beragam, serta memberikan umpan balik terhadap proses belajar siswa.

Guru tidak hanya diminta menggunakan aplikasi atau perangkat digital. Mereka juga dilatih menyusun tujuan pembelajaran, menentukan aktivitas siswa, memilih media yang sesuai, dan merancang asesmen untuk mengetahui perkembangan pemahaman siswa.

Tim UNP menekankan bahwa pembelajaran matematika tidak seharusnya hanya berisi hafalan rumus dan latihan soal. Siswa perlu memahami proses berpikir, alasan di balik penyelesaian suatu masalah, serta penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari.

Pendekatan tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung kesiapan siswa menghadapi Tes Kemampuan Akademik. Namun, persiapan tidak dilakukan dengan memperbanyak latihan soal semata. Penguatan konsep, penalaran, pemecahan masalah, dan kemampuan menerapkan pengetahuan menjadi bagian utama program.

Kepala SD Pembangunan Laboratorium UNP, Yasmadewi, menilai guru membutuhkan contoh kegiatan dan perangkat yang dapat langsung diterapkan di kelas. Teknologi yang digunakan juga perlu disesuaikan dengan karakteristik siswa dan ketersediaan fasilitas sekolah.

Tidak semua sekolah mempunyai jaringan internet cepat, komputer, atau perangkat digital dalam jumlah cukup. Karena itu, rancangan pembelajaran harus tetap dapat disesuaikan dengan kondisi nyata di masing-masing kelas.

Rangkaian program meliputi penyampaian materi, praktik penggunaan teknologi, penyusunan media dan perangkat pembelajaran, simulasi di kelas, pendampingan, serta evaluasi. Guru kemudian dapat mendiskusikan kendala yang ditemukan dan memperbaiki rancangan pembelajarannya.

Pelatihan yang berlangsung hingga November memberi waktu bagi peserta untuk mencoba metode di kelas dan melihat respons siswa. Pendampingan berkelanjutan diperlukan agar perubahan tidak berhenti setelah kegiatan pelatihan selesai.

Jika diterapkan dengan tepat, teknologi dapat membantu guru menjelaskan materi abstrak menjadi lebih mudah dipahami. Namun, peran guru tetap menjadi unsur utama dalam mengarahkan diskusi, mengenali kesulitan siswa, dan memastikan teknologi benar-benar mendukung tujuan pembelajaran.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna