Perangkat juga sebaiknya digunakan di tempat yang mudah diawasi, bukan dibawa sendiri ke kamar dalam waktu lama.
Video edukasi juga dapat digunakan oleh guru sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran.
Guru dapat memutar video untuk memperkenalkan topik, menarik perhatian siswa, atau memberikan contoh visual terhadap materi yang sedang dibahas. Setelah itu, siswa dapat mengikuti diskusi, permainan, kegiatan menggambar, atau tugas sederhana.
Pada pendidikan anak usia dini, video dapat digunakan untuk mengenalkan warna, suara, hewan, anggota tubuh, dan kebiasaan baik.
Untuk siswa sekolah dasar, guru dapat menggunakan dongeng sebagai bahan pembelajaran karakter, pemahaman bacaan, atau latihan menceritakan kembali.
Agar kegiatan tidak pasif, guru sebaiknya menghentikan video pada bagian tertentu dan mengajak siswa menebak apa yang akan terjadi. Siswa juga dapat diminta menjelaskan tindakan tokoh atau menyebutkan pesan yang terdapat dalam cerita.
Koleksi Video Anak dan Video Dongeng dapat ditemukan melalui menu Dunia Anak dalam aplikasi Kipin School 4.0.
Dalam satu aplikasi, pengguna dapat memilih tayangan pengetahuan umum maupun dongeng yang mengandung pesan karakter. Materi disajikan menggunakan pendekatan audio visual yang dibuat ramah bagi anak.
Orang tua perlu memilih konten sesuai kebutuhan, bukan memutar seluruh video sekaligus. Materi dapat disesuaikan dengan usia, ketertarikan, dan kemampuan anak memahami cerita.
Anak yang tertarik dengan hewan dapat memulai dari video mengenai suara hewan atau kehidupan laut. Sementara itu, anak yang sedang belajar memahami emosi dapat diberikan dongeng mengenai rasa bersalah, kejujuran, atau tanggung jawab.
Tujuan utama penggunaan video edukasi bukan hanya mengganti tontonan hiburan dengan tayangan pelajaran.
Anak perlu dibantu menjadi penonton yang aktif. Mereka sebaiknya mampu bertanya, menceritakan kembali, menghubungkan isi video dengan kehidupan nyata, dan mengambil pelajaran dari tayangan tersebut.
Peran orang tua dan guru menjadi penting dalam proses ini. Video hanya berfungsi sebagai media, sedangkan pemahaman anak tetap dibentuk melalui percakapan, contoh nyata, dan kegiatan lanjutan.
Dengan pemilihan konten yang tepat serta pendampingan yang konsisten, waktu menonton dapat berubah menjadi kesempatan untuk memperluas pengetahuan dan membangun karakter anak.
Tayangan digital pada akhirnya tidak harus selalu dianggap sebagai gangguan. Perangkat dapat memberikan manfaat ketika digunakan secara terarah, dibatasi waktunya, dan dipadukan dengan kegiatan belajar di dunia nyata.
Sumber informasi: Pendidikan.id.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir