KebonCinta.com-- Membiasakan anak membaca sejak kecil bukan hanya membantu mereka mengenal huruf dan kata. Lebih dari itu, kebiasaan membaca dapat menjadi bekal penting untuk mengembangkan kemampuan berpikir, memperkaya imajinasi, serta melatih anak memahami perasaan dan pengalaman orang lain.
Di tengah kemudahan akses terhadap ponsel, video, dan berbagai permainan digital, mengenalkan buku kepada anak memang memiliki tantangan tersendiri. Anak bisa lebih tertarik pada tayangan yang bergerak dan penuh warna daripada duduk untuk menikmati sebuah cerita. Namun, bukan berarti menumbuhkan kecintaan membaca menjadi hal yang sulit dilakukan.
Kuncinya terletak pada cara orang tua memperkenalkan buku. Membaca tidak harus menjadi kegiatan yang kaku atau terasa seperti pelajaran di sekolah. Jika dilakukan dengan menyenangkan, kebiasaan ini dapat tumbuh secara alami dan menjadi bagian dari keseharian anak.
Lantas, bagaimana cara membuat anak tertarik membaca sejak usia dini? Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan orang tua di rumah.
Baca Juga: Cara Menyusun RPP Seni Budaya Kelas 8 Kurikulum Merdeka Lengkap dengan Langkah Pembelajaran
Tidak perlu menunggu anak bisa membaca sendiri untuk mulai mengenalkan buku. Sejak bayi, orang tua sudah dapat membacakan cerita sederhana, memperlihatkan gambar, atau mengajak anak mendengarkan suara saat sebuah kisah diceritakan.
Pada tahap ini, tujuan utamanya bukan agar anak langsung memahami isi bacaan, melainkan membangun pengalaman positif bersama buku. Suara orang tua yang akrab, perhatian yang diberikan, dan suasana yang nyaman dapat membuat kegiatan membaca terasa menyenangkan.
Seiring bertambahnya usia, anak akan mulai mengenali gambar, memahami kata-kata sederhana, dan tertarik mengikuti jalan cerita. Kebiasaan yang diperkenalkan sejak awal ini dapat menjadi fondasi untuk mengembangkan minat baca pada tahap berikutnya.
Minat baca tidak selalu tumbuh dari kegiatan yang dilakukan sesekali. Anak justru lebih mudah terbiasa ketika membaca menjadi bagian dari rutinitas harian keluarga.
Orang tua dapat menyediakan waktu sekitar 10–15 menit untuk membacakan cerita sebelum tidur, setelah mandi sore, atau ketika suasana rumah sedang tenang. Durasi tersebut bisa disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak dalam mempertahankan perhatian.
Tidak perlu menargetkan banyak halaman atau menyelesaikan satu buku sekaligus. Hal terpenting adalah memberikan kesempatan kepada anak untuk menikmati cerita secara konsisten.
Jika kegiatan ini dilakukan bersama orang tua, membaca juga bisa menjadi momen untuk mempererat hubungan emosional dan menciptakan kenangan positif dalam keluarga.
Buku yang menarik bagi orang dewasa belum tentu sesuai untuk anak. Karena itu, orang tua perlu mempertimbangkan usia, kemampuan memahami bahasa, dan hal-hal yang sedang disukai anak.
Untuk bayi dan balita, buku bergambar dengan warna menarik, bahan yang aman, serta halaman yang mudah dibuka dapat menjadi pilihan. Anak yang lebih besar mungkin mulai menyukai cerita tentang hewan, petualangan, persahabatan, kendaraan, atau tokoh favorit mereka.
Jangan langsung menganggap buku yang sederhana kurang bermanfaat. Cerita pendek dengan gambar yang jelas justru dapat membantu anak mengenali kosakata baru dan memahami hubungan antara gambar dengan kata-kata.
Ketika anak menemukan buku yang sesuai dengan minatnya, keinginan untuk membaca kembali biasanya lebih mudah tumbuh.
Baca Juga: Contoh RPP Seni Budaya Kelas 8 Semester 2 Kurikulum Merdeka, Lengkap dengan Langkah Pembelajaran
Orang tua tidak harus selalu menentukan bacaan untuk anak.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir