KebonCinta.com - Contoh soal Prediksi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 dapat menjadi bahan latihan bagi siswa untuk mengasah kemampuan memahami informasi, menganalisis permasalahan, dan menentukan jawaban berdasarkan data yang tersedia.
Salah satu materi yang dapat dipelajari adalah isu lingkungan dan geografi, mulai dari pengelolaan sumber daya perikanan, adaptasi masyarakat terhadap bencana alam, hingga perubahan garis pantai akibat abrasi.
Dalam mengerjakan soal-soal tersebut, siswa tidak hanya perlu menghafal konsep, tetapi juga memahami hubungan sebab-akibat serta mengevaluasi apakah suatu pernyataan didukung oleh informasi dalam soal.
Berikut tiga contoh soal prediksi TKA 2026 bertema lingkungan beserta kunci jawaban dan pembahasannya.
Baca Juga: 8 Soal Prediksi TKA Geografi 2026/2027 dan Kunci Jawaban, Lengkap dengan Pembahasan!
Di sebuah wilayah perairan pesisir, populasi ikan yang memiliki nilai ekonomi tinggi mengalami penurunan drastis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan penggunaan alat tangkap yang merusak, seperti bom ikan dan pukat harimau, serta penangkapan ikan secara berlebihan atau overfishing.
Berdasarkan informasi tersebut, tentukan apakah pernyataan berikut Benar atau Salah!
| No. | Pernyataan | Benar | Salah |
|---|---|---|---|
| 1 | Penggunaan bom ikan merupakan praktik penangkapan yang tidak berkelanjutan karena dapat merusak habitat terumbu karang. | ☐ | ☐ |
| 2 | Penetapan kuota penangkapan dan ukuran minimum ikan yang boleh ditangkap merupakan upaya pengelolaan yang tidak efektif. | ☐ | ☐ |
| 3 | Overfishing dalam jangka panjang dapat mengancam keberlanjutan ekonomi dan sosial masyarakat nelayan. | ☐ | ☐ |
1. Benar. Penggunaan bom ikan dapat merusak terumbu karang dan habitat berbagai organisme laut. Kerusakan ekosistem tersebut mengganggu tempat hidup, mencari makan, dan berkembang biak bagi ikan. Akibatnya, pemulihan populasi ikan dapat menjadi semakin sulit.
2. Salah. Penetapan kuota tangkap dan ukuran minimum ikan merupakan bagian dari upaya pengelolaan perikanan berkelanjutan. Kuota membantu membatasi jumlah ikan yang ditangkap, sedangkan aturan ukuran minimum memberikan kesempatan bagi ikan untuk tumbuh dan berkembang biak sebelum ditangkap. Efektivitasnya bergantung pada penerapan, pengawasan, dan kesesuaian aturan dengan kondisi ekosistem.
3. Benar. Overfishing terjadi ketika ikan ditangkap melebihi kemampuan populasinya untuk pulih secara alami. Jika berlangsung terus-menerus, jumlah ikan yang tersedia dapat berkurang sehingga hasil tangkapan nelayan menurun. Kondisi ini berpotensi mengurangi pendapatan, mengganggu ketahanan ekonomi keluarga, dan memicu persoalan sosial di masyarakat pesisir.
Materi yang perlu dipahami: Perikanan berkelanjutan, konservasi ekosistem laut, kuota tangkap, dan dampak penangkapan ikan berlebihan.
Sebuah komunitas petani tinggal di lereng gunung api yang memiliki tanah subur. Namun, wilayah tersebut juga berisiko mengalami aliran lahar dingin dan tanah longsor ketika musim hujan tiba.
Masyarakat telah menetap secara turun-temurun dan mengembangkan berbagai cara untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan tersebut.
Pertanyaan:
Bentuk adaptasi yang paling sesuai untuk mengurangi kerentanan masyarakat terhadap risiko bencana tersebut adalah ....
Pilih lebih dari satu jawaban yang benar.
A. Membangun rumah beton bertingkat tepat di tengah lembah yang menjadi jalur aliran lahar.
B. Mengembangkan sistem terasering untuk menstabilkan lereng dan mengurangi erosi.
C. Membuat sistem pemantauan curah hujan sederhana dan mengenali tanda-tanda pergerakan tanah.
D. Menanam tanaman berakar kuat, seperti bambu dan vetiver atau akar wangi, di lereng-lereng curam.
E. Melakukan relokasi permanen seluruh komunitas ke dataran rendah yang aman dan jauh dari gunung.
Jawaban: B, C, dan D.
B.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir