C. Membuat sistem pemantauan curah hujan. Pemantauan hujan dan pengenalan tanda-tanda pergerakan tanah dapat membantu masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan. Informasi tersebut dapat digunakan untuk mendukung peringatan dini dan evakuasi sesuai arahan pihak berwenang.
D. Menanam tanaman berakar kuat. Vegetasi tertentu dapat membantu memperkuat lapisan tanah dan mengurangi erosi permukaan. Pemilihan tanaman perlu disesuaikan dengan kondisi tanah, kemiringan lereng, serta karakteristik lingkungan setempat.
Sementara itu, pilihan A tidak tepat karena membangun rumah di jalur aliran lahar justru meningkatkan paparan terhadap bahaya. Bangunan yang kuat sekalipun tidak menjamin keselamatan apabila berada di kawasan berisiko tinggi.
Pilihan E tidak selalu menjadi jawaban utama karena relokasi permanen perlu didasarkan pada tingkat ancaman, kajian risiko, dan rekomendasi otoritas kebencanaan. Jika kawasan tempat tinggal dinyatakan tidak aman, relokasi dapat menjadi langkah yang diperlukan. Namun, berdasarkan informasi soal, bentuk adaptasi yang paling sesuai adalah B, C, dan D.
Materi yang perlu dipahami: Mitigasi bencana, adaptasi masyarakat, konservasi tanah, kesiapsiagaan, dan pengurangan risiko longsor serta lahar dingin.
Seorang peneliti membandingkan dua citra satelit dari wilayah pesisir, masing-masing diambil pada 2000 dan 2020.
Hasil perbandingan menunjukkan bahwa garis pantai di sejumlah titik telah bergeser secara signifikan ke arah daratan. Selain itu, area tambak yang sebelumnya berada di belakang garis pantai kini telah hilang dan tergenang air laut.
Berdasarkan informasi tersebut, tentukan apakah kesimpulan berikut Logis atau Tidak Logis!
| No. | Pernyataan | Logis | Tidak Logis |
|---|---|---|---|
| 1 | Wilayah pesisir tersebut mengalami fenomena abrasi yang signifikan selama periode 20 tahun. | ☐ | ☐ |
| 2 | Perubahan garis pantai tersebut pasti hanya disebabkan oleh kenaikan muka air laut global. | ☐ | ☐ |
| 3 | Perbandingan citra satelit tersebut dapat digunakan sebagai salah satu dasar perencanaan pembangunan sabuk hijau mangrove. | ☐ | ☐ |
1. Logis. Pergeseran garis pantai ke arah daratan dan hilangnya area tambak akibat genangan laut merupakan indikasi perubahan garis pantai yang konsisten dengan abrasi. Meski demikian, untuk memastikan tingkat abrasi dan penyebabnya, diperlukan analisis tambahan terhadap perubahan sedimen, pasang surut, dan kondisi pantai.
2. Tidak Logis. Pernyataan tersebut terlalu mutlak karena perubahan garis pantai tidak selalu disebabkan oleh kenaikan muka air laut global saja. Abrasi dapat dipengaruhi oleh gelombang, arus laut, badai, perubahan suplai sedimen, pembangunan pesisir, dan aktivitas manusia lainnya. Data citra satelit menunjukkan perubahan yang terjadi, tetapi belum cukup untuk memastikan satu penyebab tunggal.
3.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir