Beberapa penelitian awal mengkaji kemungkinan pengaruh ekstrak lidah buaya terhadap kadar kolesterol dan lemak dalam darah. Hasilnya masih belum cukup kuat untuk menyimpulkan bahwa konsumsi lidah buaya dapat menurunkan kolesterol LDL secara konsisten atau mencegah penyakit jantung.
Menjaga kesehatan jantung tetap lebih baik dilakukan melalui langkah yang telah terbukti, seperti membatasi lemak jenuh, mengonsumsi sayuran dan buah-buahan, berolahraga secara teratur, serta memantau tekanan darah dan kadar kolesterol.
Lidah buaya sebaiknya tidak dijadikan pengganti pola hidup sehat maupun obat yang diresepkan tenaga medis.
Walaupun berasal dari tanaman, lidah buaya tidak selalu aman untuk dikonsumsi dalam bentuk apa pun. Produk yang mengandung getah atau aloin dapat menimbulkan diare, sakit perut, dan gangguan keseimbangan elektrolit jika digunakan secara berlebihan. Penggunaan oral tertentu juga dikaitkan dengan risiko gangguan ginjal dan efek samping serius lainnya.
Perhatikan beberapa hal berikut:
Jika muncul diare berat, muntah, nyeri perut hebat, atau tanda reaksi alergi setelah mengonsumsi lidah buaya, hentikan penggunaan dan cari pertolongan medis sesuai tingkat keparahan gejala.
Baca Juga: Sering Tidur Sore? Kenali Dampaknya bagi Kualitas Tidur Malam dan Kesehatan Tubuh
Lidah buaya memiliki sejumlah senyawa yang menarik untuk diteliti, terutama terkait kesehatan pencernaan, kulit, dan metabolisme tubuh. Namun, potensi tersebut tidak berarti semua klaim manfaatnya telah terbukti atau bahwa tanaman ini aman dikonsumsi tanpa batas.
Sebelum menjadikan lidah buaya sebagai bagian dari pola makan, kenali bagian tanaman yang digunakan, pilih produk yang sesuai untuk konsumsi, dan perhatikan kemungkinan efek sampingnya. Pola makan seimbang dan pengobatan yang tepat tetap menjadi dasar penting untuk menjaga kesehatan.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir