Pendidikan
Rahman Abdullah

6.600 Guru PAI Ikuti Pelatihan Tartil Al-Qur’an Kemenag Mulai 7 September 2026

6.600 Guru PAI Ikuti Pelatihan Tartil Al-Qur’an Kemenag Mulai 7 September 2026

06 September 2026 | 21:40

Kemenag.com-- Kementerian Agama (Kemenag) kembali menyiapkan program pengembangan kompetensi bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Pada 2026, sebanyak 6.600 guru PAI dari enam provinsi akan mengikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi Tartil Al-Qur’an.

Program tersebut menjadi tindak lanjut dari asesmen Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) yang telah dilakukan Direktorat Pendidikan Agama Islam, Ditjen Pendidikan Islam Kemenag pada 2025.

Asesmen TBQ sebelumnya melibatkan sekitar 120 ribu guru PAI yang mengajar pada berbagai jenjang, mulai dari TK, SD/SDLB, SMP/SMPLB, hingga SMA/SMALB/SMK.

Direktur Pendidikan Agama Islam, M. Munir, menjelaskan bahwa hasil asesmen tersebut menjadi salah satu dasar pelaksanaan pelatihan Tartil Al-Qur’an. Dengan demikian, evaluasi kemampuan membaca Al-Qur’an tidak berhenti pada tahap pemetaan, tetapi dilanjutkan dengan program peningkatan kompetensi.

Baca Juga: Latihan Soal TWK CPNS 2026: Ada Pancasila, Pemerintahan hingga Good Governance

6.600 Guru PAI dari Enam Provinsi Jadi Sasaran

Pelatihan tahun 2026 menyasar guru PAI yang berada di enam provinsi. Keenam wilayah tersebut adalah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Jumlah peserta yang ditargetkan mencapai 6.600 guru PAI.

Rencana pelaksanaan program tersebut disampaikan M. Munir dalam Rapat Koordinasi Persiapan Program Pelatihan Kompetensi Tartil Al-Qur’an yang berlangsung secara daring melalui Zoom pada Jumat, 4 September 2026.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri para Kabid dan Kasi PAI/PAKIS/Pendis dari berbagai wilayah di Indonesia sebagai bagian dari persiapan teknis pelaksanaan program.

Pembelajaran Dilaksanakan Daring Selama Sebulan

Pelatihan Tartil Al-Qur’an akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan dengan sistem pembelajaran daring. Para peserta akan dibagi menjadi 55 kelas, dengan jumlah rata-rata sekitar 40 guru dalam setiap kelas.

Untuk memastikan proses pembelajaran berjalan optimal, masing-masing kelas akan didampingi seorang pelatih profesional dari Universitas PTIQ.

Kemenag tetap melibatkan Universitas PTIQ karena institusi tersebut dinilai memiliki kompetensi dan otoritas dalam bidang pembelajaran Al-Qur’an.

Sistem pembelajaran dirancang dengan memadukan belajar mandiri dan pendampingan secara virtual. Peserta akan memperoleh materi berupa modul digital dalam format PDF serta video tutorial yang dapat dipelajari melalui Learning Management System (LMS).

Setelah mempelajari materi secara mandiri, peserta akan mengikuti sesi tatap muka virtual setiap akhir pekan melalui Zoom. Pertemuan tersebut digunakan untuk mengulas materi, memperoleh bimbingan, sekaligus berkonsultasi secara langsung dengan pembimbing kelas.

Baca Juga: Peserta OMI 2026 Naik Signifikan, Sekolah Umum dan Madrasah Ikut Berkompetisi

Pola ini diharapkan membuat peserta tidak hanya menerima materi secara mandiri, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendampingan ketika menemukan kesulitan selama proses belajar.

Terhubung dengan Program PPKB Guru

Pelatihan Tartil Al-Qur’an juga dirancang terintegrasi dengan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) bagi guru.

Peserta yang berhasil menyelesaikan program dan memperoleh predikat “Lulus” dengan kategori “Mahir” akan mendapatkan sertifikat khusus.

Selain memperoleh sertifikat, peserta yang mencapai kategori Mahir juga mendapatkan kemudahan pada tahapan penilaian PPKB berikutnya. Mereka tidak perlu mengikuti ujian Al-Qur’an yang menjadi salah satu komponen penilaian.

Program ini secara khusus memprioritaskan guru PAI berstatus PNS dan P3K yang masih berada pada kategori kemampuan Pratama dan Madya.

Melalui pelatihan tersebut, para peserta diharapkan dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil hingga mencapai tingkat Mahir.

Pelaksanaan Dibagi Tiga Angkatan

Untuk menyesuaikan jumlah peserta dan wilayah sasaran, pelatihan akan diselenggarakan dalam tiga angkatan.

Angkatan pertama berlangsung pada 7 September hingga 3 Oktober 2026. Pesertanya berasal dari Banten, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Jawa Barat.

Kemudian angkatan kedua dijadwalkan pada 5 hingga 31 Oktober 2026, dengan peserta dari Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Sementara angkatan ketiga akan dilaksanakan pada 3 hingga 28 November 2026. Angkatan ini diperuntukkan bagi guru PAI dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Pembagian tersebut memungkinkan pelaksanaan pelatihan dilakukan secara bertahap sesuai dengan wilayah dan jadwal yang telah ditentukan.

Baca Juga: Wamenag Romo Syafi’i: Pernikahan Jadi Fondasi Penting dalam Kehidupan Berbangsa

Ujian Akhir Tetap Dilakukan Secara Tatap Muka

Walaupun kegiatan pembelajaran sebagian besar dilaksanakan secara daring, evaluasi akhir tetap dilakukan secara luring.

Setelah menyelesaikan rangkaian pembelajaran selama sekitar satu bulan, peserta akan mengikuti ujian secara langsung. Lokasi ujian akan diupayakan berada di tempat yang relatif dekat dengan domisili peserta di tingkat kabupaten/kota.

Dengan kombinasi pembelajaran daring dan ujian luring, peserta memperoleh fleksibilitas selama mengikuti materi sekaligus tetap mendapatkan evaluasi kemampuan secara langsung pada tahap akhir.

Pelatihan Tartil Al-Qur’an Dimulai 7 September

Program Pelatihan Peningkatan Kompetensi Tartil Al-Qur’an Kemenag dijadwalkan mulai dibuka secara daring pada Senin pagi, 7 September 2026.

Guru PAI yang menjadi sasaran program diharapkan mempersiapkan diri dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Informasi mengenai pelaksanaan pelatihan dapat dipantau melalui kanal resmi Direktorat Pendidikan Agama Islam.

Program ini menjadi salah satu upaya Kemenag untuk menindaklanjuti hasil asesmen TBQ 2025 dengan pembinaan yang lebih konkret. Melalui pelatihan tersebut, guru PAI diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil, tetapi juga memperoleh pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.

Baca Juga: Penerbangan Batal Gara-Gara Abu Anak Krakatau? Ini yang Disiapkan Soekarno-Hatta untuk Penumpang

Dengan demikian, asesmen yang telah dilakukan terhadap sekitar 120 ribu guru PAI dapat memberikan manfaat lebih lanjut melalui program pembinaan yang terarah, khususnya bagi guru yang membutuhkan peningkatan kemampuan hingga mencapai kategori Mahir.***

Tags:
kemenag PAI Guru

Komentar Pengguna