Orang tua sebaiknya tetap menyediakan makanan beragam, termasuk sayuran, buah, sumber protein, dan makanan pokok. Dengan begitu, kebutuhan gizi anak tidak hanya bergantung pada satu jenis minuman.
Baca Juga: Apa Itu Berpikir Kritis? Ini Manfaat dan Cara Mengasah Kemampuannya
Selain protein dan kalsium, susu mengandung beberapa zat gizi lain yang dibutuhkan tubuh. Di antaranya vitamin B2 atau riboflavin dan vitamin B12, yang berperan dalam berbagai proses metabolisme.
Susu juga menyediakan kalium dan fosfor. Kalium membantu fungsi otot dan saraf, sedangkan fosfor berperan dalam pembentukan tulang serta produksi energi di dalam sel.
Kandungan nutrisi dapat berbeda berdasarkan jenis susu dan proses pengolahannya. Produk yang diperkaya vitamin D, misalnya, memiliki kandungan vitamin tersebut karena ditambahkan selama proses produksi.
Karena itu, periksa label kemasan sebelum membeli susu. Informasi mengenai kandungan protein, lemak, gula, dan vitamin dapat membantu memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan.
Kesibukan pada pagi hari terkadang membuat seseorang melewatkan sarapan atau hanya mengonsumsi makanan dalam jumlah terbatas. Dalam situasi tersebut, susu dapat menjadi pilihan praktis untuk melengkapi menu pagi.
Susu bisa dikonsumsi bersama roti, oatmeal, buah, atau makanan lain agar sarapan lebih beragam. Kombinasi tersebut membantu menyediakan beberapa jenis zat gizi sekaligus, bukan hanya mengandalkan satu minuman.
Meski praktis, susu sebaiknya tidak selalu menggantikan makanan utama. Tubuh tetap membutuhkan serat, vitamin, mineral, dan nutrisi lain yang diperoleh dari beragam bahan pangan.
Jika ingin sarapan lebih mengenyangkan, padukan susu dengan makanan yang mengandung serat dan sumber energi. Pilih komposisi sesuai kebutuhan serta aktivitas harian.
Orang yang banyak beraktivitas membutuhkan asupan energi dan nutrisi yang sesuai dengan pengeluarannya. Susu dapat menjadi salah satu pilihan untuk menambah asupan protein, karbohidrat, dan energi, bergantung pada jenis serta jumlah yang dikonsumsi.
Bagi sebagian orang, susu juga praktis diminum setelah berolahraga sebagai bagian dari makanan atau minuman pemulihan. Protein di dalamnya mendukung perbaikan jaringan, sedangkan karbohidrat alami berupa laktosa menyediakan energi.
Namun, manfaat tersebut tetap bergantung pada keseluruhan pola makan. Minum susu tidak secara otomatis membuat seseorang lebih bugar atau meningkatkan stamina jika kebutuhan tidur, cairan, energi, dan aktivitas fisiknya tidak terpenuhi.
Baca Juga: Beasiswa PPA STAKat Negeri Pontianak 2026 Sediakan 299 Kuota, Pendaftaran Ditutup 4 November
Ada kalanya seseorang kesulitan mendapatkan makanan yang beragam karena jadwal padat atau keterbatasan pilihan. Dalam kondisi seperti ini, susu bisa menjadi cara praktis untuk menambahkan beberapa zat gizi ke dalam pola makan.
Meski demikian, susu tidak dapat menggantikan semua kebutuhan nutrisi dari makanan. Serat, misalnya, perlu diperoleh dari sumber lain seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Karena itu, manfaat terbaik susu diperoleh ketika konsumsinya menjadi bagian dari pola makan yang beragam, bukan sebagai pengganti seluruh kelompok makanan.
Bagi banyak orang, susu dapat dikonsumsi secara rutin selama sesuai dengan kebutuhan dan dapat ditoleransi oleh tubuh.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir