KebonCinta.com-- Kadar gula darah tinggi atau hiperglikemia merupakan kondisi yang perlu diwaspadai karena dapat berkaitan dengan diabetes dan masalah kesehatan lainnya. Sayangnya, sejumlah gejala awal kerap dianggap sebagai keluhan biasa sehingga tidak segera mendapatkan perhatian.
Tubuh sebenarnya dapat memberikan sinyal ketika kadar gula darah berada di atas batas normal. Tanda-tandanya bisa berupa sering merasa haus, mudah lapar, tubuh lemas, hingga frekuensi buang air kecil yang meningkat.
Selain gejala tersebut, ada beberapa perubahan pada tubuh yang terkadang tidak disadari berkaitan dengan tingginya kadar gula darah. Mengenali gejalanya sejak dini dapat membantu seseorang mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan.
Baca Juga: 8 Makanan Pereda Stres yang Bisa Menjadi Bagian dari Pola Makan Sehat
Berikut tujuh tanda gula darah tinggi yang sebaiknya tidak diabaikan.
Infeksi jamur yang sering muncul, termasuk kurap, bisa menjadi salah satu tanda yang perlu diperhatikan. Kadar gula darah yang tinggi dapat meningkatkan risiko infeksi tertentu karena kondisi tersebut mendukung pertumbuhan jamur dan dapat mengganggu kemampuan tubuh melawan infeksi.
Meski demikian, kurap tidak selalu menandakan gula darah tinggi. Infeksi ini juga dapat terjadi akibat kelembapan, kontak dengan orang atau hewan yang terinfeksi, serta faktor lainnya.
Jika infeksi jamur berulang, sulit sembuh, atau disertai keluhan lain, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis untuk mengetahui penyebabnya.
Perubahan penglihatan juga dapat menjadi salah satu petunjuk adanya gangguan kadar gula darah. Ketika gula darah meningkat, perubahan cairan pada lensa mata dapat membuat penglihatan menjadi kabur.
Keluhan ini bisa terjadi sementara, tetapi tidak boleh dianggap sepele, terutama jika berlangsung berulang atau disertai gejala lain seperti sering haus dan buang air kecil.
Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya. Jika penglihatan tiba-tiba memburuk, terutama pada satu mata, atau disertai nyeri mata maupun gejala saraf, segera cari pertolongan medis.
Baca Juga: 10 Contoh Soal UTS SKI Kelas 11 Semester Genap Beserta Kunci Jawaban
Apakah Anda merasa lebih sering pergi ke kamar mandi meskipun tidak minum sebanyak biasanya? Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda gula darah tinggi.
Saat kadar glukosa dalam darah meningkat, ginjal berusaha membuang kelebihan gula melalui urine. Proses tersebut membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan sehingga frekuensi buang air kecil bertambah.
Akibatnya, seseorang mungkin terbangun beberapa kali pada malam hari untuk buang air kecil. Jika kebiasaan ini muncul tanpa alasan yang jelas dan berlangsung terus-menerus, pemeriksaan kadar gula darah patut dipertimbangkan.
Rasa lelah setelah melakukan aktivitas berat merupakan hal yang wajar. Namun, kelelahan yang terus-menerus meskipun sudah cukup beristirahat perlu mendapat perhatian.
Pada kondisi gula darah tinggi, tubuh mungkin tidak dapat menggunakan glukosa secara efektif sebagai sumber energi. Akibatnya, seseorang dapat merasa lemah, lesu, dan kesulitan menjalani kegiatan sehari-hari.
Kelelahan berkepanjangan memang tidak hanya disebabkan oleh gula darah tinggi. Kurang tidur, anemia, gangguan tiroid, dan berbagai kondisi lainnya juga dapat menimbulkan keluhan serupa.
Karena itu, pemeriksaan diperlukan agar penyebabnya dapat diketahui secara tepat.
Rasa haus yang tidak kunjung hilang meskipun sudah minum cukup air juga dapat menjadi tanda hiperglikemia.
Ketika ginjal membuang kelebihan glukosa melalui urine, tubuh kehilangan lebih banyak cairan. Kondisi ini dapat memicu dehidrasi dan membuat seseorang ingin minum berulang kali.
Jika rasa haus muncul bersamaan dengan sering buang air kecil, mulut terasa kering, atau tubuh mudah lelah, jangan mengabaikannya.
Apabila keluhan berlangsung terus-menerus, lakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui apakah ada gangguan kadar gula darah.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir