Sering merasa lapar walaupun baru selesai makan juga bisa menjadi gejala gula darah tinggi.
Dalam kondisi tertentu, glukosa yang beredar di dalam darah tidak dapat dimanfaatkan secara optimal oleh sel tubuh. Akibatnya, tubuh seolah-olah masih membutuhkan energi meskipun kadar gula dalam darah sudah meningkat.
Kondisi tersebut dapat membuat seseorang lebih sering ingin makan. Jika rasa lapar berlebihan disertai penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, rasa haus berlebihan, atau sering buang air kecil, pemeriksaan medis sebaiknya tidak ditunda.
Kesemutan yang berulang, mati rasa, atau sensasi seperti tertusuk jarum pada tangan dan kaki juga perlu diperhatikan.
Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf dan menyebabkan neuropati diabetik. Keluhan ini sering dirasakan pada bagian kaki, kemudian dapat memengaruhi area tubuh lainnya.
Gejalanya bisa berupa kesemutan, sensasi terbakar, berkurangnya kepekaan terhadap sentuhan, hingga kesulitan merasakan luka.
Meski demikian, kebas tidak selalu disebabkan oleh diabetes. Gangguan saraf akibat tekanan, kekurangan vitamin tertentu, dan masalah kesehatan lainnya juga dapat menjadi penyebab.
Jika keluhan sering muncul atau semakin berat, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.
Baca Juga: 10 Contoh Soal UTS SKI Kelas 11 Semester Genap Beserta Kunci Jawaban
Mengenali tanda gula darah tinggi merupakan langkah awal untuk menjaga kesehatan. Tujuh gejala tersebut dapat membantu seseorang lebih peka terhadap perubahan tubuh, terutama jika beberapa keluhan muncul secara bersamaan.
Namun, gejala saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami hiperglikemia atau diabetes. Pemeriksaan gula darah, seperti gula darah puasa atau HbA1c sesuai anjuran tenaga medis, diperlukan untuk membantu memastikan diagnosis.
Menjaga pola makan seimbang, rutin melakukan aktivitas fisik, mencukupi kebutuhan tidur, dan mengikuti pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu menjaga kadar gula darah.
Segera cari pertolongan medis jika keluhan disertai muntah, nyeri perut, napas cepat atau dalam, kebingungan, maupun penurunan kesadaran. Gejala tersebut dapat menandakan kondisi serius yang membutuhkan penanganan segera.
Jangan menunggu sampai keluhan mengganggu aktivitas sehari-hari. Memperhatikan sinyal tubuh dan melakukan pemeriksaan sejak dini dapat membantu mencegah komplikasi serta mendukung kualitas hidup yang lebih baik.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir