KebonCinta.com — Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sulawesi Utara menyelenggarakan Pelatihan Practical English for Young Learners (PEYL) bagi 70 guru sekolah dasar.
Kegiatan tersebut berlangsung pada 3–4 November 2026 di kantor BGTK Provinsi Sulawesi Utara, Kota Manado.
Informasi penyelenggaraan disampaikan melalui siaran pers resmi BGTK Sulawesi Utara Nomor 006/Sipers/B7.21/XI/2026 pada Selasa, 3 November 2026.
Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan pembelajaran bahasa Inggris yang praktis, interaktif, dan sesuai kebutuhan peserta didik usia sekolah dasar.
PESERTA BERASAL DARI TUJUH WILAYAH
Sebanyak 70 peserta berasal dari sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Utara.
Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan, dan Kabupaten Minahasa Utara.
Selain itu, peserta berasal dari Kota Kotamobagu, Kota Tomohon, dan Kota Manado.
Para guru mengikuti rangkaian pelatihan yang menekankan keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran.
Pihak BGTK berharap guru yang mengikuti kegiatan dapat menerapkan pendekatan pembelajaran bahasa Inggris yang lebih komunikatif di sekolah masing-masing.
KERJA SAMA DENGAN RELO DAN TEFLIN
Baca Juga: 5 Potensi Manfaat Lidah Buaya untuk Kesehatan, Kenali Khasiat dan Risikonya
Pelaksanaan PEYL merupakan kolaborasi antara BGTK Provinsi Sulawesi Utara, Regional English Language Office (RELO) Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, dan Teaching English as a Foreign Language in Indonesia (TEFLIN).
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperluas kesempatan guru memperoleh pengalaman serta praktik baik pembelajaran bahasa Inggris.
Kepala BGTK Provinsi Sulawesi Utara, Arianto Batara, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kontribusi berbagai pihak.
Ia menghubungkan kegiatan tersebut dengan semangat partisipasi bersama dalam mewujudkan pendidikan bermutu bagi seluruh peserta didik.
PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS YANG INTERAKTIF
PEYL dirancang agar pembelajaran bahasa Inggris tidak hanya berfokus pada penjelasan teori dan hafalan kosakata.
Guru juga diajak mempraktikkan cara mengelola kelas yang mendorong siswa menggunakan bahasa melalui kegiatan sederhana.
Pendekatan pembelajaran menekankan bahwa setiap siswa perlu melakukan aktivitas yang hasilnya dapat diamati atau didengar.
Dengan demikian, guru dapat mengetahui bagaimana peserta didik berpartisipasi dalam proses belajar.
Model tersebut diharapkan membantu anak memahami bahasa Inggris melalui pengalaman yang sesuai dengan tahap perkembangannya.
MATERI HARI PERTAMA
Pada hari pertama, peserta mengikuti kegiatan Model Lesson and Debrief untuk mempelajari contoh pembelajaran serta mendiskusikan pelaksanaannya.
Materi lainnya adalah Managing Learners in EYL Classroom, yang berkaitan dengan pengelolaan kelas pembelajaran bahasa Inggris bagi anak.
Peserta juga mempelajari EYL Lesson Flow and Scaffolding, yaitu cara merancang alur pembelajaran sekaligus memberikan bantuan bertahap kepada siswa.
Sesi Activate Games memperkenalkan penggunaan permainan edukatif sebagai sarana meningkatkan keterlibatan peserta didik.
Melalui rangkaian tersebut, guru memperoleh kesempatan mengamati, mencoba, dan mengevaluasi strategi pembelajaran.
MATERI HARI KEDUA
Pada hari kedua, pelatihan berfokus pada penyampaian instruksi yang jelas dan penerapan aktivitas pembelajaran.
Materi Say Less, Do More: Clear Instructions mengajak guru menggunakan arahan yang lebih sederhana sehingga mudah dipahami siswa.
Sementara itu, English in Action: Making Learning Visible membantu peserta merancang aktivitas yang memperlihatkan hasil pembelajaran.
Sesi Feedback That Opens Up Choice membahas pemberian umpan balik yang mendukung perkembangan kreativitas siswa.
Materi One Lesson, Many Learners menekankan pentingnya menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik yang beragam.
Para guru diharapkan mampu menerapkan strategi yang fleksibel agar lebih banyak siswa dapat berpartisipasi.
MELIBATKAN TIM PELATIH
Kegiatan ini menghadirkan Nihta Vera Frelly Liando dan Endang Nandiasari sebagai pelatih PEYL.
Selain itu, Ady Shiswady bertugas sebagai pelatih dari BGTK, sedangkan Selfi Walesasi terlibat sebagai pelatih sekolah.
Kehadiran para pelatih memberikan kesempatan bagi peserta untuk mempelajari berbagai pendekatan pembelajaran melalui simulasi dan praktik langsung.
Kegiatan ini bukan sekadar seminar penyampaian materi, tetapi juga memberikan pengalaman dalam merancang aktivitas pembelajaran.
BUKAN PEMBUKAAN PENDAFTARAN UMUM
BGTK Sulawesi Utara telah mengumumkan daftar peserta pelatihan pada 26 Oktober 2026.
Karena itu, pelaksanaan PEYL pada 3–4 November bukan pengumuman pembukaan pendaftaran baru bagi seluruh guru di Indonesia.
Program ini ditujukan kepada peserta yang telah ditetapkan mengikuti kegiatan.
Per 4 November 2026, informasi yang terverifikasi mencakup penyelenggaraan, jumlah peserta, lokasi, kerja sama, serta materi pelatihan.
Belum terdapat laporan terpisah yang memastikan hasil evaluasi akhir atau tingkat keberhasilan penerapan pembelajaran PEYL di seluruh sekolah peserta.
BGTK Sulawesi Utara berharap pelatihan ini dapat mendorong guru semakin percaya diri mengajarkan bahasa Inggris dan menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir