Jika nyeri sangat berat, bentuk sendi tampak berubah, terjadi mati rasa, atau anggota tubuh tidak dapat digunakan untuk menumpu, segera periksakan diri karena cedera yang lebih serius perlu disingkirkan.
Mencegah seluruh penyakit sistem gerak tidak selalu memungkinkan karena sebagian kondisi dipengaruhi faktor genetik, usia, atau penyebab medis lainnya. Meski begitu, kebiasaan sehat dapat membantu menjaga fungsi tubuh dan menurunkan risiko sejumlah gangguan.
Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Penuhi kebutuhan nutrisi. Konsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung protein, kalsium, dan vitamin D. Sumber kalsium antara lain susu dan produk olahannya, ikan yang dimakan bersama tulangnya, tahu yang dibuat dengan bahan penggumpal berkalsium, serta sayuran tertentu.
Lakukan aktivitas fisik secara rutin. Berjalan kaki, latihan kekuatan, dan olahraga yang sesuai kemampuan dapat membantu mempertahankan kekuatan otot serta kesehatan tulang. Tingkatkan intensitas secara bertahap dan gunakan teknik yang benar untuk mengurangi risiko cedera.
Perhatikan postur dan cara bergerak. Atur posisi duduk agar nyaman, sesuaikan tinggi meja kerja, dan hindari mempertahankan posisi yang sama terlalu lama. Saat mengangkat barang, gunakan teknik yang aman dan jangan memaksakan beban di luar kemampuan.
Hindari kebiasaan yang merugikan kesehatan. Merokok dapat meningkatkan risiko gangguan tulang, sedangkan konsumsi alkohol berlebihan dapat berdampak buruk pada kesehatan secara keseluruhan. Menghindari keduanya membantu menjaga kondisi tubuh.
Lakukan pemeriksaan bila muncul keluhan. Nyeri yang menetap, perubahan bentuk tulang belakang, kelemahan, atau keterbatasan gerak yang tidak kunjung membaik sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan lebih awal dapat membantu menentukan penyebab dan penanganan yang sesuai.
Baca Juga: Cara Menerapkan Deep Learning dalam Pembelajaran agar Siswa Lebih Kritis dan Kreatif
Tulang, otot, dan sendi memiliki peran besar dalam menunjang kemandirian serta kualitas hidup. Gangguan pada salah satu bagian tersebut dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk bergerak dan menjalankan rutinitas.
Mengenali osteoporosis, kifosis, lordosis, skoliosis, kekurangan vitamin D, tetanus, kram otot, dan keseleo dapat membantu kita memahami kapan keluhan membutuhkan perhatian lebih lanjut.
Mulailah menjaga sistem gerak melalui pola makan seimbang, aktivitas fisik yang sesuai, kebiasaan bergerak yang aman, dan pemeriksaan kesehatan bila diperlukan. Dengan begitu, kesehatan tulang, otot, dan sendi dapat lebih terjaga sepanjang kehidupan.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir